Pelita News I Indramayu – Seratusan Ibu Rumah Tangga (IRT) dari 4 desa sekitar Kilang Balongan meliputi Desa Sukaurip, Sukareja, Majakerta, Balongan, dan para istri pekerja Kilang Balongan mengikuti adu ketangkasan memadamkan api. Adu ketangkasan dalam rangkaian semarak bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ini dimotori bagian Emergency and Insurance – HSSE, Kilang Pertamina Balongan beberapa waktu lalu di Komplek Pertamina Bumi Patra.
Selain mengikuti adu ketangkasan para IRT dan istri pekerja ini juga mengikuti sosialisasi dan penanggulangan kebakaran bagi warga desa sekitar Kilang Balongan. Mereka (para peserta) dibekali pemahaman tentang segitiga api yang merupakan pemicu terjadinya kebakaran. Unsur segitiga api tersebut adalah bahan bakar (fuel), panas (heat), dan Oksigen (O2). Selain itu, peserta juga diberikan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk menangani kebakaran secara efektif.
Setelah menerima pembekalan, peserta mengikuti lomba pemadaman kebakaran yang berlangsung di luar ruangan dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD). Peserta terlihat antusias dan percaya diri beradu kecepatan dalam memadamkan api menggunakan Fire Blanket dan APAR.
Dari lomba ini, keluar sebagai pemenang pertama yakni Tim RT 18 Bumi Patra, dengan waktu 00.16.45, disusul Tim Desa Balongan sebagai Juara 2 dengan waktu 00.16.76, dan Juara 3 diraih oleh Desa Sukareja dengan waktu 00.18.23.
Section Head Emergency and Insurance Kilang Balongan, Nyono Safarun, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam mencegah dan menangani kebakaran, khususnya di lingkungan rumah tangga.
“Wawasan dan keterampilan yang diberikan ini diharapkan dapat diterapkan untuk menjaga keselamatan keluarga jika sewaktu-waktu terjadi insiden di lingkungan rumah,” terang Nyono.
Senada disampaikan Manager HSSE Refinery Unit Balongan Moch. Arifin. Menurutnya, keterampilan memadamkan api sangat penting bagi ibu rumah tangga. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat menangani kebakaran kecil secara mandiri sebelum situasi semakin memburuk.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Cecep Supriyatna, menyatakan bahwa pelibatan warga dalam peringatan Bulan K3 ini merupakan bentuk hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
“Keterampilan ini jangan hanya untuk diri sendiri saja, kami berharap peserta bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada warga lainnya yang belum berkesempatan ikut pelatihan,” kata Cecep, dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026). @safaro















