
Kota Cirebon Pelita News– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Se-Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Raya secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap terkait insiden pembacokan yang menimpa salah satu kadernya di kawasan Drajat, Kota Cirebon, pada Kamis, 30 April 2026 lalu.
Dalam keterangan persnya, Koordinator HMI UGJ Cirebon sekaligus Ketua HMI Komisariat Hukum UGJ, Fran Setiawan menyampaikan, apresiasi mendalam terhadap kinerja jajaran Polres Cirebon Kota (Polres Ciko) yang dinilai responsif dan profesional dalam menangani kasus ini.
Frans Setiawan menegaskan bahwa seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut kini telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Kami dari HMI UGJ Cirebon mengapresiasi betul kinerja Presisi Polri, khususnya Polres Ciko, dalam mengawal kasus pembacokan yang menimpa kader kami. Saat ini seluruh pelaku sudah ditangkap dan sedang menjalani proses hukum,” ujar Fran dalam keterangannya.
HMI UGJ Raya menyatakan akan terus memantau jalannya proses hukum guna memastikan korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Pihaknya berharap insiden ini menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan terhadap fenomena kenakalan remaja dan aksi kriminalitas jalanan di Kota Cirebon.
Selain fokus pada penegakan hukum bagi korban, HMI UGJ Raya juga menyoroti pentingnya langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
HMI berkomitmen mendukung langkah-langkah Polri dalam menjaga kondusivitas keamanan di wilayah hukum Cirebon.
Ia mendesak agar proses hukum berjalan cepat, transparan, dan memberikan efek jera bagi para pelaku.
Selain itu Fran Setiawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pergaulan remaja guna menekan angka kriminalitas di masa mendatang.
“Semoga ini menjadi catatan baik ke depannya dalam pengawalan kasus, khususnya dalam menangani kenakalan remaja di Kota Cirebon. Kami berharap proses ini selesai secepat mungkin demi tegaknya keadilan,” tutup Frans.(Sur)















