Indramayu, PN
Ditengah pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) tak menghalangi Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu menggelar panen padi demplot musim tanam (MT) rendeng 2020 seluas 3.780 m² di belakang Makodim setempat, Senin (20/04). Pemotongan tanaman padi secara simbolis dilakukan Dandim Letkol Czi Aji Sujiwo.
Dikatakan, panen tahun ini menunjukkan langkah ketahanan pangan yang dilaksanakan TNI mendapatkan hasil optimal. “Alhamdulillah hari ini telah dilaksanakan panen raya demplot padi yang menjadi binaan Kodim 0616 Indramayu, ini adalah bagian dari program ketahanan pangan yang digalakkan oleh Angkatan Darat,” ujar dia.
Menurut Aji, wabah Covid-19 tidak menjadi alasan kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu terganggu, melainkan dengan kerja maksimal dapat membuahkan hasil produksi pangan yang optimal. “Program panen padi ini, sebagai langkah ikut berpartisipasi dalam program pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan, khususnya di tengah wabah Covid-19 seperti sekarang,” tambah dia.
Aji Sujiwo juga memastikan kondisi perekonomian khususnya para petani di masing-masing wilayah binaannya tidak akan tenganggu, dan stok pangan masyarakat diyakini tersedia. “Kita juga menjamin serta menyakinkan bahwa stok bahan makanan itu cukup untuk masyarakat Indramayu,” tandasnya.
Dia mengatakan, dengan kondisi wabah Covid-19 yang belum berakhir, maka program ketahanan pangan yang digalakkan oleh angkatan darat yang ujung tombaknya adalah satuan satuan kewilayahan dipastikan terus dilaksanakan. “Terbukti sebelumnya, proses panen padi telah dilaksanakan di wilayah Desa Penganjang Kecamatan Sindang Indramayu,” tambah Aji.
Ia berharap masyarakat tetap berkeyakinan bahwa kegiatan perekonomian tetap berjalan walaupun di tengah pandemi Covid-19. “Paling tidak di tiap-tiap rumah tangga, ada stok bahan makanan, baik itu yang dipanen dari lahan sendiri maupun gotong royong antar warga yang tidak punya lahan, sehingga bisa merasakan hasil panen dari tetangganya yang memiliki lahan,” ujar dia.
Selanjutnya, kondisi panen MT gadu (kemarau) diharapkan bisa menjamin ketahanan pangan di bulan-bulan berikutnya. “Ketersediaan pangan di masa Covid-19 ini sangat dibutuhkan. Roda perekonomian yang lain mungkin bisa menurun, tetapi penyediaan bahan makanan harus tetap jalan,” pungkas Dandim. (01/san)















