Kab. Cirebon, PN
Satu rumah di Dusun 02 RT 03 / RW 04 Desa Kubangkarang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon tersambar petir sekira Pukul 22.00 Wib, Senin malam (29/3) kemarin. Peristiwa sendiri terjadi bertepatan dengan lebatnya curah hujan yang mengguyur disertai gemuruh Gluduk dan sambaran Petir yang berkali kali menerjang kawasan desa tersebut. Atas kejadian ini, instalasi kelistrikan mengalami kerusakan mati total, dimana bagian NCB, Sikring, lampu, hp, Megicom dan kasur lantai turut hancur terbakar saat petir menyambar. Namun demikian, beruntung tidak ada korban jiwa, akan tetapi menjadikan ketraumaan bagi 7 orang dalam dua keluarga yang ada dalam satu rumah tersebut.
Nur Elisah Marliana istri dari Fuji Saptono menjelaskan, peristiwa Sambaran petir terjadi sekitar Pukul 22.00 Wib, seketika terdengar suara ledakan pada bagian NCB, kilometer Sikring. Selain itu juga, lampu-lampu rumah hancur meledak berbarengan dengan hancurnya stop kontak listrik hingga mengeluarkan percikan api. Akibatnya satu buah Hp, charger, megicom dan kasur lantai turut terbakar. ”Kami sangat panik dan takut saat kejadian semalam. Dengan kondisi kerusakan berat pada bagian instalasi listrik ini berharap segera adanya perbaikan dari PLN. Alhamdulillah pak Kuwu dan pihak kecamatan sudah datang menengok kami, semoga listrik dapat menyala lagi,” ujarnya.
Di ruang kerjanya, Kuwu Desa Kubangkarang, Nana Nazarudin Latief mengatakan, atas terjadinya peristiwa tersebut telah mengakibatkan inslatasi listrik pada bagian NCB, Sikring dan jalur instalasi bagian atas maupun lampu-lampu rumah dan stop kontak hancur terbakar hingga mengeluarkan percikan api. Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh warga masyarakat agar mematikan eletronik tv dan hp ketika turun hujan lebat disertai petir. Selain itu, kepada warga masyarakat agar juga tidak melakukan bepergian atau keluar rumah. ”Ketika hujan lebat dan ada petir jauhi kelistrikan, jangan keluar rumah juga. Semoga kejadian ini dijadikan pembelajaran berharga untuk kita semua untuk lebih berhati-hati,” himbaunya. (ries)















