Pelita News | Kabupaten Cirebon– Suasana semarak menyelimuti halaman Kantor Kecamatan Gempol saat pagelaran seni wayang kulit digelar baru-baru ini. Warga Gempol tampak antusias menyaksikan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat dan melestarikan kebudayaan lokal.

Acara spektakuler ini diselenggarakan berkat kerjasama antara Camat Gempol dan Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Kabupaten Cirebon. Ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan dan mempertahankan seni tradisional yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.
Pagelaran wayang kulit yang bertajuk Pendawa Ical (Pandawa Gugur) ini menampilkan dalang ternama, Murana Budi Putra, yang memimpin pertunjukan penuh makna ini. Diiringi sinden Hj. Iwi S, kisah epik tentang perjuangan lima Pandawa dan tokoh-tokoh besar lainnya seperti Kresna dan Drupadi di medan perang Bharatayuda mengalir begitu mendalam. Kisah tersebut menggambarkan akhir dari masa kejayaan Pandawa dan dimulainya era baru penuh ketidakpastian pasca-perang.
Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Sumarno S.Pd, yang juga menjabat Kabid Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, acara ini memiliki tujuan yang lebih besar. “Kami ingin memastikan bahwa kesenian tradisional seperti wayang kulit tetap hidup dan dikenal generasi muda. Ini juga merupakan cara kami menjaga kebudayaan lokal agar tidak punah,” ujar Sumarno.

Camat Gempol, Sri Darmanto, S.Sos, MPSSp., pun menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya acara ini. “Kami berharap, selain menjadi hiburan bagi masyarakat, acara ini juga dapat memperkenalkan seni budaya lokal kepada generasi muda. Ini adalah langkah kecil untuk melestarikan warisan budaya yang berharga,” ungkapnya.
Menatap ke depan, Sri Darmanto menambahkan bahwa Kecamatan Gempol berencana untuk menggelar lebih banyak pertunjukan seni lainnya, seperti Wayang Golek, Sintren, serta berbagai tarian tradisional lainnya yang kaya akan nilai budaya. Semua ini akan memperkaya khazanah seni di Kabupaten Cirebon.
Dengan dana yang dialokasikan melalui anggaran PIK 2025, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin memperkenalkan kekayaan seni tradisional kepada masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi harapan untuk terus menjaga kebudayaan bangsa.@Bams















