
Cirebon Timur, PN
Persoalan banjir rob hampir setiap saat menghantam dua Desa di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, yakni Desa Ambulu dan Desa Tawangsari. Atas hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon diminta mencarikan solusi untuk banjir rob yang terus masuk ke area perumahan warga. Bahkan masyarakat yang mempunyai tambak ikan pun turut merugi akibat banjir rob tersebut. Untuk itu perbaikan dan peninggian tanggul sudah seharusnya segera dilakukan agar masyarakat tidak menjadi korban banjir rob, hal ini dikatakan Kuwu Desa Ambulu, Sunaji yang dikenal akrab dengan rekan-rekan media.
Sunaji menjelaskan, akibat dampak banjir rob 2/3 wilayah Desa terendam banjir, ada sekitar 1.000 rumah terkena dampak. Bahkan banyak fasilitasi seperti Jalan Kabupaten dan Jalan Desa mengalami rusak berat, ditambah pula beberapa tambak ikan milik warga turut terendam. Akibatnya ikan dan udang ditambak hilang yang mengakibatkan kerugian besar dialami warga masyarakat Desa Ambulu. “Ketinggian banjir rob di Desa Ambulu setinggi 40 cm, kondisi ini sering terjadi sehingga masyarakat mengadukan kepada pihak Pemdes Ambulu agar meminta kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon, PemProv Jawa Barat dan pemerintah pusat agar serius membangun daerah pesisir,“ tegasnya.
Hal senada pun disampaikan Kuwu Tawangsari, Ahmad Syarofik, korban terdampak banjir rob di Dusun 02 dengan jumlah 237 KK, 192 rumah dan 698 warga terdampak adanya banjir rob. Bahkan Pemdes Tawangsari yang dibantu masyarakat sampai mendirikan Posko tanggap darurat. Untuk itu pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon, Pemerintah Provinsi serta pemerintah pusat agar dapat memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir rob serta segera melakukan pembangunan peninggian tanggul di dusun 02 agar air laut tidak memasuki lagi area pemukiman warga Desa Tawangsari. “Kami Pemdes Tawangsari meminta kepada pemerintah agar Serius memberikan bantuan serta bisa memperbaiki tanggul yang jebol,“ ujarnya. (Ded/Ries)















