Pelita News | Sedong – Banjir dengan intensitas tinggi melanda Dusun 3 Nagrak RT 03 RW 08, Desa Sedong Kidul, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Senin malam 18 Mei 2026 pukul 19.30 WIB. Curah hujan yang berlangsung lama menyebabkan Sungai Cijurai meluap dan merendam permukiman warga hingga setinggi 1 meter.
Akibat banjir tersebut, infrastruktur vital berupa jalan penghubung antara Desa Sedong Kidul dan Desa Karangwuni amblas dan putus sepanjang 40 meter. Jalan yang tergerus arus deras membuat akses transportasi masyarakat lumpuh total.
“Air masuk ke rumah sekitar pukul 7.30 malam. Cepat banget naiknya sampai 1 meter. Jalan ke Karangwuni juga langsung longsor,” ujar Sekdes Karangwuni, Feby Apriyadi saat meninjau kejadian di lokasi.
Berdasarkan laporan resmi pemerintah Desa Sedong Kidul tertanggal 19 Mei 2026, banjir mengakibatkan:
Kerusakan Rumah Warga:
1. Rusak berat 2 unit – milik Bapak Barkah dan Bapak Ono
2. Rusak ringan 2 unit – milik Ibu Arweti dan Bapak Beno
Kerusakan Infrastruktur:
– Jalan penghubung Desa Sedong Kidul dan Desa Karangwuni putus sepanjang 40 meter akibat longsor
– Akses transportasi warga terhenti total
Korban terdampak sebanyak 147 Kepala Keluarga atau 387 jiwa terdampak langsung. Warga Blok Lojikaum, Desa Karangwuni, praktis terisolir. Total kerugian materil dan kerusakan bangunan ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta,“ terangnya.
Feby menyebut, jalur yang terputus ini merupakan akses utama warga untuk menuju Nagrak – Lojikaum hingga Kalimati, Kuningan. Akibatnya, aktivitas sekolah, kerja, dan distribusi logistik warga terhenti.
Pemerintah Desa Karangwuni dan Desa Sedong Kidul langsung meninjau lokasi pada Selasa pagi dan melaporkan kejadian ke pemerintah daerah. Beberapa tindakan yang sudah dilakukan di lapangan meliputi pendataan korban terdampak, evakuasi barang milik warga, pembersihan lumpur dan material banjir, serta dokumentasi untuk kebutuhan pengajuan bantuan.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi longsor masih labil,“ imbuhnya.
Hingga Selasa siang, belum ada alat berat yang diterjunkan ke lokasi. Warga berharap perbaikan darurat segera dilakukan agar akses bisa kembali dibuka. @Ries















