Pelita News | Lemahabang – Sekretaris Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Tony Pangkyu angkat bicara soal jembatan baru depan SMA Negeri 1 Lemahabang yang dianggap gagal fungsi. Ia meminta perhatian serius pemerintah daerah dan DPUTR untuk meninjau langsung sekaligus mengambil langkah cepat untuk menyudahi ancaman keselamatan lalu lintas.
Sebelumnya dikabarkan, dua mahasiswi Institut Prima Bangsa Cirebon, Fajar Rizky Nurfaidah kritis dan Dina Lanovia Darma luka, dikabarkan jadi korban kecelakaan tunggal akibat gejlugan pada jembatan tersebut, pada Rabu malam (24/6/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Tony Pangkyu mengungkapkan, tak hanya elevasi jembatan yang rawan kecelakaan, tapi air hujan juga tidak dapat mengalir karena badan jalan lebih rendah dari sungai. “Dulu tidak ada kecelakaan seperti ini, sekarang banyak korban terjatuh karena jembatan ini. Dulu juga tidak pernah ada banjir atau tidak ada genangan tinggi setelah turun hujan,” ungkapnya.
Dengan demikian, hasil pembangunan jembatan baru justru menyebabkan terjadinya masalah baru. “Banyaknya insiden yang terjadi, pemerintah desa terkena imbasnya. Banyak warga meminta pemdes untuk mendorong dilakukannya perbaikan,” tambah Tony Pangkyu.
Namun Tony menegaskan keterbatasan Pemdes Cipeujeuh Wetan yang tidak dapat mengambil langkah karena bukan kewenangannya. Menurutnya, jembatan dan jalan kabupaten menjadi kewenangan Pemda Kabupaten Cirebon melalui Dinas PUTR. L
“Pemdes hanya bisa menampung aspirasi warga dan terus mendorong agar segera ada perbaikan,“ ujarnya.
Atas banyaknya insiden dan persoalan yang kini menjadi sorotan serius, warga menuntut Pemda Kabupaten Cirebon, DPUTR, dan pelaksana proyek segera bertindak:
1. Segera Pasang rambu “Menanjak/Menurun Curam” + batas kecepatan 30 km/jam
2. Buat marka kejut/bump 50 meter sebelum jembatan
3. Tambah lampu PJU di sekitar dan titik lokasi jembatan
4. Evaluasi desain elevasi jembatan, landaikan tanjakan dan turunan
5. Bangun dan benahi sistem drainase agar air hujan tidak menggenang di badan jalan.
“Mohon agar dilakukan perencanaan yang lebih matang dan tidak asal sehingga tidak merugikan kepentingan dan kebutuhan publik,” tutup Tony mewakili warga. @Ries














