Pelita News I Indramayu – Dialog wakil rakyat dengan warga Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, di Aula kantor desa setempat, Minggu (14/6/2026), Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), dr. Hj. Ratnawati MKKK banyak menyerap aspirasi, diantaranya permukiman warga yang banjir imbas project Rentang Irrigation Modernization Project (RIMP) SS Sindang 2, tahun 2023/2024 dibawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) Cirebon dan penerangan jalan umum (PJU).
Menyikapi hal itu, Ratnawati mengaku siap memfasilitasi persoalan yang dihadapi warga Desa Rambatan Wetan,
seperti genangan air hujan dari permukiman yang tidak bisa naik ke sungai atau saluran SS 2 Sindang imbas pembangunan projeck RIMP.
Imbas pembangunan itu, kata dia, permukiman menjadi rendah dan warga berharap air yang menggenang di permukiman bisa dibuang ke saluran.
“Insyaallah akan saya tindaklanjuti, asal ada surat permohonan dari Kuwu dalam bentuk pdf dan di kirim lewat WA, surat tersebut akan saya teruskan ke Anggota Fraksi Demokrat DPR RI juga Sekjen DPP Demokrat, DR. Ir. H. E. Herman Khaeron, MSi. Mudah-mudahan besok bisa ditindaklanjuti oleh BBWS Cimancis plus Kementerian,” kata Ratna usai dialog.
Menurutnya, selain ada kegiatan reses juga ada dialog wakil rakyat dengan warga. Keduanya, sama- sama menyerap aspirasi warga masyarakat. Hanya bedanya, kalau reses dilakukan setiap empat bulan sekali sementara dialog wakil rakyat silaksanakan setiap bulan. Dan lokasi keduanya dilakukan secara bergiliran di Dapil Jabar 12, meliputi Kabupaten/Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu, seperti saat ini di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.
Ia tidak menampik, aspirasi warga sangat banyak namun yang lebih urgen adalah saluran dan PJU.
“Semoga apa yang dirasakan warga seperti pembangunan terhambat karena keuangan yang dibatasi pusat, bisa kita bantu baik dari provinsi maupun pusat,” ucapnya.
Sementara itu Kuwu Desa Rambatan Wetan, Tarjuki, mengucapan selamat datang kepada dr. Hj. Ratnawati. Dengan kehadiran Anggota DPRD Jabar ini, diharapkan kelanjutan pembangunan di desanya bisa dibantu.
Ia membenarkan imbas pembangunan RIMP, tiga blok di desanya yakni Blok Loa, Karangmalang dan Blok C, banjir kalau diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Permasalahanya karena air dari permukiman tidak bisa naik ke saluran.
Celakanya, kata dia, ketika debit sungai tinggi, maka air dari sungai akan mengalir ke permukiman.
Solusinya, kata dia, disedot dengan genset meski butuh waktu lama.
“Dengan kedatangan ibu Ratnawati semoga bisa mengurangi masalah yang dihadapi warga,” tutupnya. @safaro















