Pelita News | Cirebonkab – Keluhan pasien terkait pelayanan dokter di RSUD Waled yang sempat menjadi perbincangan publik akhirnya mendapat penjelasan resmi dari manajemen rumah sakit. Pihak RSUD Waled menyebut persoalan tersebut bukan disebabkan oleh penolakan pelayanan, melainkan karena informasi mengenai jadwal dokter yang sedang cuti tidak tersampaikan secara optimal kepada pasien.

Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana Surjono, mengungkapkan bahwa rumah sakit selama ini telah menyediakan berbagai kanal informasi terkait jadwal pelayanan dokter, termasuk melalui platform digital. Namun dalam kasus yang ramai diperbincangkan, informasi tersebut tidak diterima atau tidak diketahui oleh pasien yang datang untuk menjalani kontrol rawat jalan.
Akibatnya, pasien mendatangi rumah sakit saat dokter yang biasa menangani sedang tidak bertugas karena menjalani cuti, sehingga memunculkan kekecewaan dan berujung pada keluhan.
“Informasi sebenarnya sudah tersedia dan telah disampaikan, termasuk melalui layanan online. Namun dalam praktiknya ada informasi yang tidak sampai atau tidak terbaca oleh masyarakat. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami,” kata dr. Deni, Sabtu (13/6/2026).
Kasus ini menjadi perhatian manajemen karena menunjukkan masih adanya celah dalam sistem komunikasi antara rumah sakit dan pasien. Meski jadwal dokter telah dipublikasikan, tidak semua pasien secara rutin mengakses media sosial atau kanal informasi digital milik rumah sakit.
Karena itu, RSUD Waled berjanji akan memperkuat sistem penyampaian informasi agar perubahan jadwal dokter, termasuk cuti maupun pergantian pelayanan, dapat diketahui masyarakat secara lebih cepat dan luas.
Menurut dr. Deni, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya menyangkut aspek medis, tetapi juga kemudahan akses informasi bagi pasien.
“Semua masukan dan keluhan masyarakat akan kami jadikan bahan evaluasi. Perbaikan pelayanan harus dilakukan secara berkelanjutan, baik dari sisi tenaga kesehatan, fasilitas maupun sistem informasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum RSUD Waled, Dr. Iskandar, menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah dibahas dalam audiensi bersama keluarga pasien dan sejumlah warga.
Dari hasil pertemuan itu, ditemukan bahwa inti persoalan berada pada kurang efektifnya penyampaian informasi terkait jadwal dokter yang sedang cuti.
Menurutnya, rumah sakit sebenarnya telah mengumumkan perubahan jadwal melalui media sosial resmi. Namun tidak semua pasien mengikuti pembaruan informasi tersebut sebelum datang ke rumah sakit.
“Informasi sudah kami sampaikan melalui media yang tersedia, tetapi belum seluruhnya diterima oleh masyarakat. Karena itu muncul kesalahpahaman saat pasien datang untuk berobat,” jelas Iskandar.
Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi rumah sakit untuk memperbaiki pola komunikasi dengan pasien agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap pelayanan kesehatan.
Di tengah evaluasi pelayanan, RSUD Waled juga tengah melakukan penguatan fasilitas kesehatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah peralatan medis modern yang diperoleh melalui dukungan Kementerian Kesehatan.
Rumah sakit baru saja menerima fasilitas Cath Lab atau laboratorium kateterisasi jantung yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon dan sekitarnya.
Manajemen berharap peningkatan fasilitas tersebut dapat berjalan beriringan dengan pembenahan sistem pelayanan dan komunikasi kepada pasien.
Dengan evaluasi yang dilakukan pasca-keluhan ini, RSUD Waled menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kritik dan masukan dari masyarakat sekaligus memperkuat sistem informasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.















