Pelita News I Indramayu – Puluhan ribu hektare areal tanaman padi di daerah lumbung pangan nasional, Indramayu terancam puso atau gagal panen akibat kekeringan.
Para petani menjadi khawatir apabila pasokan air tidak segera digelontorkan maka ancaman gagal panen musim tanam gadu hanya tinggal menunggu waktu dan akan menurunkan produksi padi daerah secara signifikan.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang menyebutkan areal tanaman padi yang terancam puso seluas 10.673 hektar. Hamparan itu, kata dia tersebar di enam kecamatan di wilayah Indramayu barat seperti di Kecamatan Sukra, Patrol, Anjatan, Bongas, Gabuswetan dan Kandanghaur.
“Areal yang terdampak kekeringan paling luas ada di Kecamatan Sukra,” ujar Sutatang dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Tatang merinci, dari total areal persawahan di Kecamatan Sukra seluas 3.445 hektare yang terdampak kekeringan mencapai 2.500 hektar. Kecamatan Patrol dari luas areal sawah 3.175 hektare yang terdampak kekeringan ada 2.100 hektare, dan di Kecamatan Anjatan dari total 6.150 hektare yang terdampak ada 2.000 hektare.
Selanjutnya Kecamatan Bongas, dari total 5.000 hektare sawah, ada 500 hektare yang terdampak kekeringan. Di Kecamatan Gabuswetan, dari luas sawah 6.740 hektar, ada 1.573 hektare yang terdampak kekeringan. Sedangkan di Kecamatan Kandanghaur, dari luas total 5.400 hektare, ada 2.000 hektare yang kini mengering.
“Umur tanaman padi di wilayah tersebut rata-rata di kisaran 7-25 hari,” terangnya.
Masih dikatakan Sutatang, areal tanaman padi di wilayah tersebut selama ini mendapat pasokan air dari Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta dan titik pembagiannya di Bendung Salamdarma Kecamatan Anjatan.
Karena itu, pihak KTNA Kabupaten Indramayu bersama dengan pengurus KTNA dari enam kecamatan itu sudah mengajukan permohonan audensi dengan pihak Unit Pelayanan Irigasi. Harapannya ada penanganan kekeringan dengan segera untuk menyelamatkan tanaman padi di enam kecamatan tersebut.
Petani meminta segera digelontorkan air dari Bendung Salamdarma untuk menyelamatkan tanaman padi mereka. Jika tidak, maka bisa terjadi puso,” tukas dia. @safaro















