Indramayu , PN .
Para petani di desa Tanjungkerta kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu mulai tanam padi lebih awal . Hal ini sebagai antisipasi pada musim gaduh bisa tanam dua kali ,seperti yang diinapkan oleh salah satu petani di desa Tanjungkerta , Kandi ( 1/12 .)
Tujuan mempercepat tanam padi secara serempak tersebut, sebagai antisipasi agar tanam padi di musim gaduh bisa apa yangbdiaharpakan oleh para petani , karena tanam kedua kali dikhawatirkan akan kekurangan air , oleh karenanya para petani sepakat menanam padi dilaksanakan lebih awal.” Sebab sisa air rendeng masih bisa dimanfaatkan, ‘ ujar Kandi
Untuk mempercepat proses tanam tersebut menggunakan sistem borongan , dimana tiap 1 ha diborong dengan harga 1,5 juta , karena sisitem borongan maka pemilik sawah tidak lagi mencari orang yang menanam karena sudah ada ketuanya, kalau tidak pakai sistem.borong akan terlambat atau tidak sesuai target, itupun yang biasa boring tanam adalah dari luar desa.
Secara terpisah Ketua kelompok tani Wardi (45) menjelaskan Untuk menanam padi mayoritas dengan secara borongan untuk mempercepat tanam , yang tujuannya agar apa yang ditargetkan oleh para petani bisa terlaksana terutama untuk mengejar tanam gaduh . Tujuan dilakukan tanam serentak agar menghindari datibaerangan hama tikus ” bisa dibayangkan jika tidak serempak hama tikus akan menyerang tanaman padi yang nanam lebih awal ” ujar ketua kelompok tani .
Hal ini sesuai program yang dicanangkan oleh pemerintah daerah melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP), termasuk benih yang digunakan tentunya sudah hasil kajian para pakar pertaniann, sehingga hasil panen nanti akan bagus ” kami sebagai masyarakat petani tetap menuruti anjuran pemerintah” pungkas Wardi (Furqon)















