Cirebon Timur, PN
Usai dilakukan penyaringan melalui teori terhadap pelajar terbaik perwakilan dari 82 SMK se Jawa Barat dibawah binaan Yamaha, kini 18 SMK dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Kompetisi “SMK Skill Contest DDS 2 Jawa Barat 2022”. Dalam pelaksanannya, Yamaha DDS 2 Jawa Barat membagi dua tempat penyelenggaraan kompetisi. Seperti beberapa hari lalu, 8 pelajar terbaik dari 8 SMK se Jawa Barat sudah selesai mengikuti beberapa tes yang di praktekkan bertempat di salah satu Bengkel Yamaha SMK swasta di Kota Bandung, sedangkan 10 pelajar terbaik dari perwakilan 10 SMK se Jawa Barat lainnya hari ini mengikuti tes praktek di Bengkel Yamaha SMK Muhammadiyah Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jum’at (28/10).

SMK Skill Contest DDS 2 Jawa Barat sendiri pasalnya merupakan kegiatan kompetisi otomotif yang dilaksanakan rutin tahunan oleh PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dengan melibatkan para peserta pelajar berprestasi dari SMK – SMK Binaan Yamaha yang telah menjalin kerjasama dalam pengajaran, pelatihan dan perbengkelan Yamaha. Untuk itu Yamaha berkomitmen memprioritaskan para lulusan terbaik untuk menjadi bagian Keluarga Besar Produsen PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. Pantauan PN, pada Pembukaan Kompetisi SMK Skill Contest DDS 2 Jawa Barat 2022 di Bengkel Yamaha SMK Muhammadiyah Lemahabang terlihat dihadiri langsung Koordinator After Sales DDS 2 Jawa Barat, Doddy N.S yang didampingi Pembina SMK Muhammadiyah Lemahabang, Hadi Permana, ST dan Kepala SMK Muhammadiyah Lemahabang, M. Ruspandi, S.Pd.I.
Dikesempatannya, Service Education DDS 2 Jawa Barat, Dodih Sutriono, dalam kompetisi SMK Skill Contest DDS 2 Jawa Barat ini ada beberapa sesi tes yang di praktekkan para peserta. Diantaranya SOP perawatan berkala unit Yamaha NMax, Mengintrance kampas rem depan Unit Yamaha NMax, pengukuran – pengukuran seperti penggunaan mikrometer, mengukur piston clearance setelah piston silinder, mengukur ketebalan kampas kopling dan bagian elektrikal, bagian engine seperti piston clearance dan bagaiman stell selah klep. “Nah, point – point yang dinilai itu SOP pengerjaan dan perawatan, ketelitian dan hasil ukur pengerjaannya. SOP nya apakah sudah dijalankan sesuai yang kita ajarkan. Selain itu ada penilaian pada 5 P yakni Pemisahan, Pembersihan sampai ke Pembiasaan apakah sudah dilaksanakan. Dari sini kita dapat melihat bagaimana skill nya, ettitutnya dan juga terhadap perawatan berkala atau pengukuran ini,“ jelasnya.
Ditengah berlangsungnya kegiatan kompetisi, Kepala SMK Muhammadiyah Lemahabang, M. Ruspandi, S.Pd.I mengatakan, mengulas pada Tahun 2018 lalu bahwasanya SMK Muhammadiyah Lemahabang menjadi tuan rumah Kompetisi SMK Skill Contest DDS 2 Jawa Barat seperti yang hari ini sedang berlangsung. Karena adanya wabah Pandemi, kegiatan ini vakum selama 2 tahun kebelakang. Adapun kompetisi ini diselenggarakan tidak lain untuk mengukur kemampuan peserta didik terlebih pascabayar Pandemi Covid-19. Jadi, dalam hal ini banyak evaluasi yang harus lebih ditingkatkan. Selain itu, kegiatan ini juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi sesama SMK dibawah binaan Yamaha. “Sebelum Pandemi kompetisi ini dilaksanakan di satu tempat, karena pasca Pandemi akhirnya kegiatan ini dilaksanakan di 2 tempat. Pada intinya SMK Muhammadiyah Lemahabang selalu berkomitmen dan real menjalankan kegiatan pendidikan vokasi yang bekerjasama dengan Yamaha,“ tegasnya. (Ries)















