Indramayu, PN
Untuk menolak bala seiring banyaknya korban meninggal dunia dibeberapa desa di wilayah Kabupaten Indramayu, warga desa di wilayah Indramayu barat meliputi Kecamatan Gabuswetan dan Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu menggelar baritan.
Doa bersama ala tempo dulu di perempatan/pinggir jalan dilakukan warga dengan harapan agar terhindar dari wabah penyakit yang belakangan ini kian mengganas pasalnya karena terserang flu, demam, batuk, sesak napas ada yang meninggal. Diantara warga yang meninggal imbas wabah ini yakni Yoyo (45), Cipto, SH (40), Daryati (50) warga Desa Karanganyar Kecamatan Kandanghaur, Senin 5 / 7.
Doa bersama diprakarsai para sesepuh, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya. Mereka kompak mengadakan baritan untuk menolak segala bahaya (tolak bala).
Saat baritan itu, mereka berkumpul di perempatan jalan dan secara sukarela membawa aneka makanan, bahkan sebagian warga membuat nasi tumpeng dilengkapi ayam panggang dengan buah-buahan lainnya.
“Saat baritan kami berdo’a bersama dan meminta perlindungan kepada Allah SWT agar kami terhindar dari wabah penyakit yang mengganas seperti Covid-19 dan banyak menimbulkan korban jiwa,” kata Ust Karnata usai memimpin doa di samping Musholla Baiturohim Desa Karanganyar.
Hal serupa dikatakan Mudi dan warga lainnya. Mereka sengaja mengadakan baritan selain melestarikan adat istiadat juga berdoa bersama agar terhindar dari wabah penyakit. Mudi tidak menampik belakangan ini banyak warga yang meninggal dunia. Gejalanya kata dia hampir merata seperti kena flu, demam, batuk dan sesak napas.
“Sebagian diantara warga yang sakit isoman di rumah juga ada yang dirikan ke rumah sakit,” kata Mudi. (furqon)















