Pelita News | Cirebon Timur — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wira Karya Desa Kaligawe Wetan, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon melaporkan kondisi usaha ayam petelur dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun 2025 dengan realisasi pembiayaan Rp171.147.000,-.
BUMDes tersebut membangun unit usaha ternak ayam petelur sistem kandang baterai tertutup berkapasitas 150 ekor dan menyerap 5 tenaga kerja lokal. Rincian pembiayaan meliputi pembangunan kandang Rp145.491.000,-, pembelian ayam petelur Rp22.206.000,-, serta pelatihan pengelola Rp3.500.000,-.
Ketua BUMDes Wira Karya Desa Kaligawe Wetan, Yasmin Zahrani Khasanah menjelaskan, ayam petelur mulai masuk kandang pada 7 Desember 2025. Selama periode 7-31 Desember 2025, BUMDes mencatat pengeluaran operasional sebesar Rp2.300.000,- yang terdiri dari pakan 2,5 kuintal Rp1.850.000,- dan ATK/lain-lain Rp450.000,-. Karena ayam belum masuk masa produksi, jumlah pendapatan masih Rp0,- sehingga BUMDes membukukan rugi Rp2.300.000,- di akhir 2025.
“Ada tiga poin analisa yang kami catat. Perlu penambahan jumlah ayam petelur untuk meningkatkan pendapatan, Masih ada ketergantungan pada pakan pabrikan dan belum tersedia pakan alternatif, dan Sistem manajemen usaha yang belum terdigitalisasi,“ terangnya.
Namun untuk pengembangan di tahun 2026, BUMDes merekomendasikan dua strategi utama. Yakni Digitalisasi manajemen usaha guna pencatatan produksi, keuangan, dan stok pakan yang lebih akurat, serta Diversifikasi pendapatan melalui penjualan ayam afkir dan pengolahan kotoran ayam menjadi pupuk organik.
“Kerugian di bulan pertama wajar karena ayam belum bertelur, dan ini tahap investasi awal. Target produksi telur stabil dan mulai ada pemasukan di triwulan I tahun 2026. Rekomendasi strategi akan kami jalankan bertahap,” kata Yasmin, Kamis (16/4/2026).
Usia berlangsungnya kegiatan Laporan Pertanggungjawaban, Kuwu Desa Kaligawe Wetan, Lilis Krisnawati mengapresiasi dan menilai LPJ BUMDes sudah sangat transparan sesuai PP No. 11 Tahun 2021 tentang BUMDes.
“Rugi awal itu konsekuensi usaha baru. Yang penting analisis dan strateginya jelas. Kami akan kawal agar di tahun 2026 sudah ada PADes dari unit ini,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar BUMDes menargetkan penambahan populasi ayam dan uji coba pakan alternatif pada semester I 2026 untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan omzet. Dengan harapan agar BUMDes dapat tumbuh besar, maju, dan bermanfaat bagi seluruh warga Desa Kaligawe Wetan serta menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa yang berkelanjutan.
“Pada prinsipnya Laporan BUMDes Wira Karya diterima semua peserta yang hadir, transparansi adalah kunci kepercayaan masyarakat menuju keberhasilan,“ tutur Lilis. @Ries














