Pelita News I Indramayu – Dalam rangka meningkatkan daya saing dan pemasaran yang berbasis digital bagi pera pelaku usaha ekonomi kreatif (Ekraf) sehingga bisa naik kelas, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu menggelar Pelatihan dan Bimtek Marketing Course dengan Artificial Intellegence (AI).
Pelatihan dan Bimtek dengan mengusung tema Otomasi Cuan dengan AI dan diikuti 59 pelaku ekraf ini dilaksanakan di Hotel Wiwi Perkasa 2, Rabu (15/4/2026) kemarin.
Kepala Dispara Kabupaten Indramayu, Dr. Ahmad Syadali, M.Ed melalui Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Dr. H. Imam Mahdi, SP. MM, mengatakan tujuan dari bimtek itu adalah untuk meningkatkan kreatifitas para pelaku usaha ekonomi kreatif agar bisa berdaya saing di era transformasi digital.
Mereka, kata dia, dibekali pelatihan dengan memanfaatkan teknologi AI untuk membuat konten baik dalam bentuk foto maupun video produk secara menarik sehingga bisa membuat penasaran calon pembeli dan mengejar dimana produk itu dihasilkan.
Dengan bekal pelatihan itu, sambungnya diharapkan skala usahanya berkembang dari usaha kecil menjadi menengah. Membantu para pelaku ekraf untuk mempermudah pemasaran produk melalui digital di berbagai platform media sosial sehingga omzet meningkat. Ketika omzet meningkat maka lapangan pekerjaan juga meningkat. Dan imbasnya kontribusi kepada investasi juga meningkat maka pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal juga terdongkrak dan secara otomatis akan ada pengaruh di tingkat nasional.
“Mari kita jadikan teknologi ini sebagai jembatan untuk naik kelas, teruslah bereksplorasi, jangan takut mencoba hal baru, karena inovasi dalah nafas dari kemajuan,” kata Imam usai kegiatan.
Imam tidak menampik, para peserta umumnya gaptek namun demikian mereka sangat antusias dalam mengikuti pelatihan itu. Dengan HP yang mereka bawa, mereka belajar membuat konten produk.
“Setelah mengikuti bimtek, tidak hanya mendatkan sertifikat tetapi mereka bisa mempraktikan ilmu ini untuk memplubikasikan/mempromosikan produk-produknya tanpa bantuan orang lain melalui berbagai platform media sosial, sehingga produknya lebih dikenal tidak saja di tingkat lokal tetapi di tingkat global,” ucapnya. @safaro















