Pelita News | Cirebon Timur — Pemerintah Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aula Kantor Kecamatan Sedong, Jum’at (17/4/2026). Dua isu menjadi fokus pembahasan rakor, yakni pendistribusian paket menu makanan dan penyediaan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) sesuai pedoman dan juknis Badan Gizi Nasional.

Rakor yang dihadiri pimpinan Muspika Kecamatan Sedong ini menghadirkan lintas sektor yang tergabung dalam SPPG, meliputi Puskesmas Sedong, TP PKK Kecamatan dan Desa, kader Posyandu, Korwil Pendidikan, Pemerintah Desa se-Kecamatan Sedong, bidan desa, dan ahli gizi. Rakor juga difokuskan pada evaluasi dan konsolidasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sedong.
Camat Sedong, Ahmad Syifa saat membuka kegiatan mengatakan, Rakor Mitra SPPG bertujuan untuk menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penurunan stunting dan perbaikan gizi masyarakat dalam program MBG. Rakor ini juga sebagai respons atas berbagai isu di masyarakat terkait pelaksanaan MBG.
“Alhamdulillah rakor hari ini sukses. Kita responsif terhadap isu-isu yang beredar di masyarakat. SPPG ini harus jadi pusat koordinasi. Intervensi gizi harus satu data, satu rencana, dan satu aksi sampai ke penerima sasaran,” ujarnya.
Terkait penyediaan IPAL dan distribusi susu yang menjadi sorotan, ia menegaskan seluruh SPPG di Kecamatan Sedong wajib untuk mengikuti standar IPAL terbaru dan pedoman pendistribusian susu sesuai pedoman dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Standar IPAL dari BGN itu kan terbaru. Jadi semua SPPG akan mengikuti SOP tersebut. Kemudian untuk kaitannya susu juga nanti akan disesuaikan,” kata Syifa.
Soal cakupan penerima manfaat MBG, Syifa mengungkapkan dari target total 15.000 jiwa, realisasi di Kecamatan Sedong baru mencapai 8.000 jiwa.
“Tujuan kita untuk konsolidasi dan koordinasi lintas sektoral dalam rangka kesuksesan program MBG di Kecamatan Sedong. Baik itu dari mutu pelayanan, kualitas pelayanan, dan juga kuantitas capaian penerima manfaatnya supaya bisa ter-cover semua sesuai aturan dan target sasaran,” ungkapnya.
Mitra SPPG Desa Panongan, Icha mengapresiasi terselenggaranya Rakor yang sangat membantu mempermudah koordinasi lintas sektor, terutama bagi mitra yang bukan warga lokal.
“Rakor ini sangat bagus. Jadi kita saling kenal satu sama lain. Awalnya kan nggak paham, apalagi saya bukan orang sini. Enak jadi ada koordinasi, jadi paham,” ujarnya.
Melalui kegiatan Rakor ini ia menjadi tahu alur koordinasi dengan instansi lain. Terkait komitmen pelayanan, Mitra SPPG tersebut menyatakan akan mengikuti arahan sesuai Pedoman dan Juknis BGN.
“Komitmen kami akan memberikan pelayanan pemenuhan gizi yang terbaik buat penerima manfaat sesuai dengan arahan BGN,” imbuh Icha.
Poin-Poin Penting Rakor Mitra SPPG Kecamatan Sedong:
1. Fokus Utama: Evaluasi dan percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
2. Standar Lingkungan: Seluruh SPPG wajib mengikuti standar IPAL terbaru dari BGN sesuai SOP, termasuk penyesuaian untuk penyajian susu.
3. Cakupan Penerima: Baru terealisasi 8.000 jiwa dari target 15.000 jiwa atau sekitar 53%.
4. Manfaat Rakor: Meningkatkan koordinasi dan pengenalan antarmitra SPPG serta mempermudah pemahaman alur birokrasi lintas sektor seperti KUA dan Muspika.
5. Komitmen Bersama: Meningkatkan koordinasi guna menjamin mutu, kualitas, dan kuantitas pelayanan agar sesuai pedoman juknis BGN dan target sasaran terpenuhi.
Rakor ditutup dengan komitmen bersama seluruh mitra SPPG untuk menyukseskan program MBG di Kecamatan Sedong sesuai aturan dan juknis Badan Gizi Nasional. @Ries














