Kabupaten Cirebon Pelita News
SMP Negeri 1 Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, menyalurkan Program Makan Bergizi (MBG) kepada sebanyak 928 siswa dengan mekanisme pembagian yang disesuaikan dengan hari belajar. Program ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi peserta didik sekaligus membantu ketahanan pangan keluarga.
Kepala SMPN 1 Kaliwedi, H. Basir, S.Pd., M.A., menjelaskan bahwa pembagian MBG dilakukan dalam dua bentuk, yakni makanan matang dan bahan mentah. Untuk hari Senin hingga Jumat, siswa menerima makanan siap santap. Sementara itu, untuk jatah hari Sabtu, bantuan diberikan dalam bentuk bahan mentah yang dibagikan pada hari Jumat.
“Setiap hari Senin sampai Jumat siswa menerima makanan matang. Untuk hari Sabtu diberikan dalam bentuk bahan mentah yang dibagikan pada hari Jumat,” ujar H. Basir saat ditemui di sekolah, Jumat.
Namun, menurut dia, mekanisme tersebut dapat berubah apabila siswa sedang menjalani ulangan atau kegiatan evaluasi belajar. Dalam kondisi tersebut, seluruh bantuan MBG diberikan dalam bentuk bahan mentah agar tidak mengganggu proses pembelajaran.
“Kalau masih dalam masa ulangan, pembagian dilakukan dalam bentuk mentahan agar lebih fleksibel bagi siswa,” katanya.
Program MBG ini disambut baik oleh para siswa dan orang tua, karena dinilai membantu kebutuhan gizi anak sekaligus meringankan beban pengeluaran keluarga. Pihak sekolah juga memastikan bahwa proses pendistribusian dilakukan secara merata dan transparan kepada seluruh siswa penerima.
Sekolah berharap program ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan demi mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa.
Sejumlah siswa penerima MBG mengaku senang dan bersyukur dengan adanya program tersebut. Salah seorang siswa kelas VIII, R (13), mengatakan bantuan itu sangat membantu kebutuhan makannya di sekolah.
“Saya senang dan bersyukur bisa dapat makan gratis dari sekolah. Menunya juga cukup dan enak,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Hal senada disampaikan siswa lainnya, A (14), yang menyebut meski hari ini MBG dibagikan dalam bentuk bahan mentah karena sedang masa ulangan, ia tetap merasa terbantu.
“Hari ini karena ulangan jadi dapatnya bahan mentah. Tapi tetap senang karena bisa dimasak di rumah untuk keluarga,” katanya.
Para siswa berharap program MBG tersebut terus berlanjut karena dinilai membantu kebutuhan gizi sekaligus meringankan beban orang tua.(Sur)















