Cirebon | Pelita News — Di tengah hiruk-pikuk pagi Kota Cirebon, ada pemandangan yang menghangatkan hati. Tepat di depan Mapolres Cirebon Kota, beberapa Polwan dengan senyum ramah membagikan nasi kotak kepada para pengemudi ojek online, tukang becak, dan warga yang melintas.
Kegiatan ini bukan razia. Bukan pula sosialisasi aturan. Tapi murni aksi kemanusiaan bertajuk “Polres Cirebon Kota Berbagi” sebuah langkah nyata Polri untuk hadir lebih dekat, lebih peduli, dan lebih menyentuh kehidupan masyarakat.
Dipimpin oleh Kabag SDM Kompol Didi Wahyudi Sunansyah, S.H., M.H., aksi berbagi ini dilakukan dengan penuh kehangatan dan empati. Tanpa protokol rumit, tanpa panggung formal. Hanya senyum, sapaan, dan uluran tangan yang tulus.
Apa yang dilakukan jajaran Polres Cirebon Kota hari ini bukan sekadar memberi nasi kotak. Lebih dari itu, mereka menanamkan nilai kepedulian di tengah masyarakat, menunjukkan bahwa polisi bukan hanya soal peluit dan tilang, tapi juga soal mendengar, memahami, dan berbagi.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Polri hadir bukan hanya saat ada masalah. Kami juga ingin jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, hadir di momen sederhana untuk berbagi kebahagiaan,” ujar Kompol Didi dengan mata berbinar.
Warga yang menerima bantuan menyambut dengan gembira. Bagi mereka, kehadiran Polri dalam bentuk seperti ini menciptakan rasa aman yang berbeda, bukan karena penjagaan, tapi karena rasa peduli yang nyata.
“Jarang-jarang ada polisi turun langsung kasih makan ke rakyat kecil. Terima kasih banyak untuk Polres Cirebon Kota. Ini bukti nyata kalau polisi memang sahabat rakyat,” ucap Roni, salah satu pengemudi ojek online.
AKP M. Aris Hermanto, Kasi Humas Polres Cirebon Kota, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari semangat Polri yang Presisi, Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, yang diterjemahkan dalam pendekatan humanis dan menyentuh hati masyarakat.
“Kami ingin membangun citra Polri yang benar-benar hadir dalam setiap aspek kehidupan. Tidak hanya soal hukum dan keamanan, tapi juga soal empati, sosial, dan kepedulian,” jelasnya.
Tak bisa dimungkiri, aksi semacam ini menjadi angin segar di tengah tantangan citra kepolisian yang kompleks. Ketika banyak instansi sibuk dengan pencitraan digital, Polres Cirebon Kota memilih turun langsung ke jalan, menyentuh tangan dan hati rakyat secara nyata.
Kegiatan “Polres Cirebon Kota Berbagi” juga menjadi momentum untuk membangun culture positif di internal kepolisian, bahwa berbagi bukan hanya tanggung jawab sosial, tapi juga bentuk syukur sebagai pelayan masyarakat.
“Polres Cirebon Kota Berbagi” bukan program seremonial. Ini adalah gerakan kecil dengan dampak besar. Karena di balik setiap kotak nasi yang dibagikan, ada pesan kuat: Polri tidak hanya melindungi, tapi juga peduli.
Dan mungkin, itulah yang paling dibutuhkan masyarakat hari ini, rasa aman yang datang bukan hanya dari seragam, tapi juga dari senyum dan uluran tangan tulus seorang polisi.@Bams















