• Advertorial
    • Kontak Kami
    Jumat, Juli 31, 2026
    Harian Pelita News
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Lagi-Lagi, Galian Wanayasa Beber Cemari Jalan Cirebon–Kuningan, Publik Geram: Desak Pemprov Jabar Evaluasi & Audit Ulang Perizinan

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    April 30, 2026
    dalam CIAYUMAJAKUNING, KABUPATEN CIREBON
    0 0
    0
    Lagi-Lagi, Galian Wanayasa Beber Cemari Jalan Cirebon–Kuningan, Publik Geram: Desak Pemprov Jabar Evaluasi & Audit Ulang Perizinan
    0
    BERBAGI
    135
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

     

    Pelita News | Kab. Cirebon – Aktivitas galian di Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon kembali mencemari lingkungan dan memicu kemarahan publik. Ceceran tanah merah dari truk galian menutupi jalan nasional yang menghubungkan Cirebon–Kuningan–Ciamis, membuat aspal hotmix licin bak kubangan lumpur. Publik mendesak Pemprov Jawa Barat mengevaluasi izin galian dan menindak tegas perusahaan yang terus abai pada kelestarian lingkungan serta keselamatan pengendara.

     

    Pencemaran akibat aktivitas galian di Wanayasa, Kecamatan Beber, bukan kali pertama terjadi. Setiap hari, truk pengangkut tanah merah melintasi jalan raya tanpa mengikuti prosedur, alhasil tanah banyak tercecer dan terbawa roda truk hingga melekat di badan jalan nasional. Saat kemarau, debu beterbangan. Saat hujan, jalan berubah menjadi lintasan lumpur licin yang sangat berbahaya.

     

    “Jalannya kayak sawah. Habis hujan licin banget, sudah banyak motor yang jatuh terpeleset. Saya sendiri pernah hampir nabrak karena ngerem mendadak di lumpur,” keluh Andi, 32, pengendara asal Kabupaten Kuningan yang tengah melintas di Jalan Wanayasa.

     

    DAMPAK NEGATIF PENCEMARAN GALIAN WANAYASA

     

    Ancam Keselamatan Lalulintas

     

    Sekjen Aliansi Peduli Cirebon Selatan (ASPECS), Alip menyebut bahwa Jalan nasional Cirebon–Kuningan–Ciamis adalah jalur padat kendaraan logistik dan penumpang. Lapisan tanah merah di atas aspal hotmix menghilangkan daya cengkeram ban. Risiko tergelincir sangat tinggi, terutama bagi sepeda motor dan kendaraan yang melaju saat hujan.

     

    “Jangan tunggu ada korban tewas dulu baru ditindak. Apalagi pencemaran jalan ini berulang kali terjadi, artinya ini bukan sekadar lalai tapi bentuk abai,” tegasnya.

     

    Rusak Infrastruktur Jalan

     

    Lebih lanjut ia mengungkapkan, tanah merah yang mengendap bercampur air hujan masuk ke pori-pori aspal hotmix. Jika dibiarkan, struktur jalan cepat rusak, berlubang, dan bergelombang. Padahal, jalan nasional ini tidak sedikit menghabiskan biaya dengan anggaran miliaran rupiah.

     

    “Ini akan jadi pemborosan uang negara. Jalan bagus dirusak cuma oleh ceceran tanah galian,” kata Alip, Kamis (30/4/2026).

     

    Gangguan Kesehatan Warga

     

    Alip mengatakan, saat kemarau, debu tanah merah akibat aktivitas galian ini beterbangan ke permukiman warga di sepanjang jalan. Debu masuk ke rumah, mengotori perabot, dan memicu ISPA, batuk, serta iritasi mata.

     

    “Ini harus jadi perhatian serius, persoalan galian sangat kompleks dan dampak negatifnya bagi lingkungan sekitar yang padat penduduk,“ imbuhnya.

     

    ASPECS: PEMPROV JABAR HARUS TURUN TANGAN

     

    Aliansi Peduli Cirebon Selatan (ASPECS) meminta Pemprov Jawa Barat tidak tutup mata. ASPECS mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melalui dinas terkait untuk melakukan pengecekan ulang maupun evaluasi total perizinan galian di Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon.

     

    “Izin galian ini kewenangan provinsi. Kami minta Pemprov Jabar kaji ulang tata ruang kawasan yang dilakukan pengerukan tanah merah. Apakah sudah sesuai RTRW? Apakah AMDAL-nya dipatuhi? Karena faktanya aktivitas galian ini sudah mencemari lingkungan dan mengancam keselamatan pengendara di jalan nasional,” tegasnya.

     

    ASPECS juga menuntut tindakan tegas terukur kepada perusahaan galian yang terus membandel. “Kalau sudah diperingatkan tapi masih abai pada kelestarian lingkungan, cabut izinnya. Jangan korbankan nyawa rakyat dan uang negara untuk kepentingan segelintir pengusaha. Ini sudah darurat ekologis dan darurat keselamatan,” tambahnya.

     

    KECAMAN PUBLIK: MANA PENGAWASAN?

     

    Publik saat ini mempertanyakan fungsi pengawasan dan ketegasan instansi terkait. Pencemaran ini sudah berulang kali terjadi, tapi tidak ada tindakan nyata. “Ini bukan baru terjadi. Sudah sering. Mana pengawasan Dinas LH? Mana Satpol PP? Mana Dinas Perhubungan? Kalo memang Izin galiannya ada tapi bukan berarti pengawasannya nol,” kecam Alip.

     

    Publik mendesak:

    1. Pemprov Jawa Barat mengevaluasi dan mengaudit ulang izin galian di Wanayasa, Kecamatan Beber.

    2. Kaji ulang tata ruang kawasan pengerukan tanah merah, pastikan sesuai RTRW dan AMDAL.

    3. Tindak tegas perusahaan galian yang membandel, bila perlu cabut izin.

    4. Pengusaha galian wajib menyediakan tempat cuci ban truk dan membersihkan ceceran tanah di jalan setiap hari.

    5. Aparat menindak truk galian yang overload, tidak ditutup terpal, dan mencemari jalan.

    6. Dinas PUPR dan BBPJN segera turun membersihkan jalan nasional demi keselamatan.

    7. DLH Kabupaten Cirebon dan DLH Provinsi Jabar turun tangan karena sudah masuk pencemaran lingkungan.

     

    Jalan nasional Cirebon–Kuningan–Ciamis adalah urat nadi perekonomian di wilayah Timur Selatan Jawa Barat. Jika pembiaran ini terus terjadi, dampak kerusakan lingkungan, korban lakalantas, dan kerugian ekonomi warga akan semakin besar.

     

    ASPECS mengancam akan mengadukan persoalan ini ke Kementerian ESDM dan KLHK jika Pemprov Jabar tidak segera bertindak. @Ries

    Tags: CiayumajakuningKabupaten Cirebon
    Sebelumnya

    Warga 4 Desa Marah! Jalan Mertapada–Gemulungtonggoh Rusak Bertahun-tahun, “Ini Hak Dasar, Bukan Minta-Minta!”

    Berikutnya

    KAI Cirebon Beralih ke Biosolar B40, Dorong Energi Bersih dan Kurangi Emisi

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    KAI Cirebon Beralih ke Biosolar B40, Dorong Energi Bersih dan Kurangi Emisi

    KAI Cirebon Beralih ke Biosolar B40, Dorong Energi Bersih dan Kurangi Emisi

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Tensi Konflik Internal RS Permata Cirebon Meningkat, 18 Pemegang Saham Minoritas Tinggalkan RUPST dan Kirim Somasi Terakhir

    Tensi Konflik Internal RS Permata Cirebon Meningkat, 18 Pemegang Saham Minoritas Tinggalkan RUPST dan Kirim Somasi Terakhir

    Juli 1, 2026
    Ratusan Siswa Baru SMK Bina Warga Lemahabang Ikuti MPLS, Bentuk Karakter dan Literasi Digital

    Ratusan Siswa Baru SMK Bina Warga Lemahabang Ikuti MPLS, Bentuk Karakter dan Literasi Digital

    Juli 18, 2026
    Puluhan Ribu Hektare Tanaman Padi di Indramayu Terancam Puso

    Puluhan Ribu Hektare Tanaman Padi di Indramayu Terancam Puso

    Juli 23, 2026
    Pertamina Tuntaskan Restorasi Empat Tangki Mogas Strategis di PPN Kilang Balongan

    Pertamina Tuntaskan Restorasi Empat Tangki Mogas Strategis di PPN Kilang Balongan

    Juli 12, 2026
    Cegah Terlibat Geng Motor dan Tawuran, Kapolsek Balongan Indramayu Ajak Warga Jaga Kamtibmas

    Cegah Terlibat Geng Motor dan Tawuran, Kapolsek Balongan Indramayu Ajak Warga Jaga Kamtibmas

    Juli 30, 2026
    Polsek Tukdana Berikan Bantuan Pembangunan Sarana Ibadah

    Polsek Tukdana Berikan Bantuan Pembangunan Sarana Ibadah

    Juli 30, 2026
    Dugaan Mark up Belanja Rutin Rp39 Miliar, Dirut Perumdam TDA Indramayu Diperiksa Kejaksaan 

    Dugaan Mark up Belanja Rutin Rp39 Miliar, Dirut Perumdam TDA Indramayu Diperiksa Kejaksaan 

    Juli 30, 2026
    Peringkat 2 Desa Anti-Korupsi, Desa Karangwuni Launching Transformasi Digital: Warga Diluar Kota Tidak Perlu Lagi Pulang Kampung

    Peringkat 2 Desa Anti-Korupsi, Desa Karangwuni Launching Transformasi Digital: Warga Diluar Kota Tidak Perlu Lagi Pulang Kampung

    Juli 30, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • Peringkat 2 Desa Anti-Korupsi, Desa Karangwuni Launching Transformasi Digital: Warga Diluar Kota Tidak Perlu Lagi Pulang Kampung

      Peringkat 2 Desa Anti-Korupsi, Desa Karangwuni Launching Transformasi Digital: Warga Diluar Kota Tidak Perlu Lagi Pulang Kampung

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Polda Jabar Lakukan Sertijab 13 Kapolres dan Kabid TIK

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Dugaan Mark up Belanja Rutin Rp39 Miliar, Dirut Perumdam TDA Indramayu Diperiksa Kejaksaan 

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • AHY dan Bupati Imron Buka Sinyal Hijau Investasi di Cirebon, Infrastruktur Perbatasan Jadi Prioritas Nasional

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Jabbar Land Park Cirebon Bakal Jadi Destinasi Wisata Terlengkap, Tengah Proses Pembangunan

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (12,681)
    • EKONOMI & BISNIS (320)
    • INDRAMAYU (5,382)
    • INFORMASI (571)
    • Jawa Tengah (409)
    • KABUPATEN CIREBON (6,123)
    • KESEHATAN (84)
    • KOTA CIREBON (1,056)
    • KUNINGAN (136)
    • MAJALENGKA (67)
    • NASIONAL (638)
    • OLAHRAGA (43)
    • PEMERINTAH DAERAH (744)
    • TEKNOLOGI (94)
    • Uncategorized (691)

    Berita Terbaru

    Cegah Terlibat Geng Motor dan Tawuran, Kapolsek Balongan Indramayu Ajak Warga Jaga Kamtibmas

    Cegah Terlibat Geng Motor dan Tawuran, Kapolsek Balongan Indramayu Ajak Warga Jaga Kamtibmas

    Juli 30, 2026
    Polsek Tukdana Berikan Bantuan Pembangunan Sarana Ibadah

    Polsek Tukdana Berikan Bantuan Pembangunan Sarana Ibadah

    Juli 30, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk