Cirebon Kota | Pelita News.— Langkah konkret menuju energi ramah lingkungan mulai diterapkan di sektor transportasi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi 3 (Daop 3) Cirebon memastikan seluruh lokomotif dan genset operasional kini menggunakan bahan bakar biosolar B40.
Kebijakan ini merupakan bagian dari program transisi energi nasional yang dijalankan serentak di seluruh unit operasional perkeretaapian. Biosolar B40 sendiri adalah bahan bakar biodiesel dengan campuran 40 persen bahan nabati berbasis kelapa sawit.
Manajer Humas Daop 3, Muhibbuddin, menjelaskan penggunaan B40 tidak hanya mendukung kemandirian energi, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk memastikan seluruh sarana menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Selain berdampak pada lingkungan, penggunaan biosolar juga dinilai mampu menjaga performa operasional kereta api, baik untuk angkutan penumpang maupun barang di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju penggunaan biosolar B50, yakni bahan bakar dengan kandungan 50 persen unsur nabati yang saat ini masih dalam tahap uji coba secara nasional.
Sebagai unit operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero), Daop 3 Cirebon terus mendorong inovasi layanan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan, termasuk di bidang energi dan keselamatan transportasi.
Penerapan biosolar B40 diharapkan dapat memperkuat upaya pengurangan emisi sekaligus mendukung program ketahanan energi nasional yang tengah digencarkan pemerintah.@Bams














