Kab. Cirebon, PN
Setelah melonjaknya kasus Covid-19 yang terus meningkat, kini wilayah Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon memasuki kawasan kedaruratan Covid-19. Berdasarkan data yang diperoleh PN per 7 Juni 2021, sebanyak 47 orang warga yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Susukanlebak termasuk 3 diantaranya merupakan Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Susukanlebak terkonfirmasi Positif Covid-19 dan hingga kini masih tengah dilakukan isolasi mandiri maupun isolasi di rumah sakit. Alhasil, Puskesmas Susukanlebak pun kerap mengalami masa lockdown berulang kali, sehingga pelayanan masyarakat pun kerap pula mengalami gangguan akibat kedaruratan Covid-19.
Seperti yang disampaikan Kepala Puskesmas Susukanlebak, dr. Aria Abditianto Arrochimi, penghentian pelayanan kesehatan di Puskesmas yang terjadi Kamis (17/6) kemarin tentunya untuk meminimalisasi penyebaran Covid 19 dan dilaksanakannya kegiatan Tes Swab ulang kepada Tenaga Kesehatan (Nakes). Menurutnya, per tanggal 7 Juni 2021 terhitung sebanyak 47 orang warga yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Susukanlebak termasuk 3 (tiga) diantaranya merupakan Nakes Puskesmas Susukanlebak dinyatakan terkonfirmasi Positif, dimana 47 orang tersebut kini keseluruhannya tengah melakukan isolasi mandiri maupun isolasi di rumah sakit. ”Hari kemarin Puskesmas memang tutup sementara, karena ada sterilisasi Puskesmas dan dilakukannya kegiatan penyemprotan disinfektan. Hari ini kita sudah buka kembali dan tetap waspada dengan terus memperketat Prokes,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kaligawe, Kecamatan Susukanlebak, Saeful Rohman mengakui, sebanyak 10 warganya terkonfirmasi Positif. dimana 6 orang warganya masih melakukan isolasi mandiri dirumah dan 4 orang lainnya dilakukan isolasi di rumah sakit. Atas terus melonjaknya kasus Covid-19 dan upaya pencegahan serta memutus rantai penyebaran, Pemdes Kaligawe beserta anggota Babinsa dan anggota Bhabinkamtibmas memberlakukan kegiatan penjagaan ketat di pintu masuk desa dengan melakukan razia masker dan prokes kepada seluruh warga yang hendak keluar masuk wilayah desa. ”Bagi warga masyarakat yang bandel dan tidak mengikuti aturan prokes maka kita suruh pulang lagi agar mereka patuh untuk memakai masker ketika beraktifitas diluar rumah. Kita tidak memberikan toleransi kepada siapapun tanpa kecuali, hal ini dilakukan demi kebaikan dan kesehatan bersama,” tegasnya.
Dikesempatannya, Camat Susukanlebak, Juri Ashari angkat bicara. Dikatakannya, berbagai upaya terus dilakukan oleh pihaknya agar dapat segera keluar dari zona merah, seperti dengan memaksimalkan kegiatan PPKM Mikro. Sebenarnya PPKM Mikro tidak hanya dilakukan saat zona merah saja, namun sepertinya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan mulai menurun dengan alasan dan persoalan yang sangat beragam. Sehingga pihaknya saat ini mengintensifkan kembali PPKM berskala Mikro di seluruh desa. Selain itu, dalam penanganan Covid-19 perlu adanya peran seluruh pihak, yang utama adalah kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. ”Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat mengurangi kegiatan diluar rumah, jika terpaksa harus tetap memakai masker guna dapat meminimalisir penyebaran Covid-19,” pintanya. (ries)















