Kab. Cirebon, PN
Bertahun lamanya terbengkalai, warga pemilik lahan mati yang berlokasi di Desa Susukantonggoh Kecamatan Susukanlebak pun merasa merugi akibat kondisi lahan yang dirasa sudah tidak produktif kembali. Atas hal tersebut, guna pemanfa’atan lahan, pasalnya kini tengah dilakukan penataan guna potensi pengembangan kawasan pemukiman ditengah keterbatasan lahan diwilayah desa. Bahkan pemanfa’atan ruang lahan mati pun sangat berpeluang terlebih ditengah kebutuhan warga masyarakat setempat untuk membangun rumah tempat tinggal.
Seperti yang terpantau PN, lingkungan pemukiman di Desa Susukantonggoh sendiri telah menjadi kawasan padat penduduk ditengah minimnya lahan untuk pengembangan tempat tinggal. Tentunya, dengan dilakukannya penataan lahan mati atau lahan yang sudah tidak produktif lagi setidaknya menjadi harapan dan sangat berpotensi untuk pengembangan pemukiman yang menjadi kebutuhan warga masyarakat setempat tanpa harus merusak atau menggunakan lahan pertanian yang masih produktif.
Kasih Pemerintahan Desa Susukantonggoh, Nur Faisal mengatakan, sesuai kondisi yang ada jika lahan yang kini tengah ditata tersebut merupakan lahan mangkrak alias lahan mati yang sudah tidak produktif bertahun lamanya. Dirinya juga mengakui jika saat ini kondisi di wilayah Desa Susukantonggoh dirasa sudah sangat padat penduduk dan kesulitan untuk melakukan pengembangan pemukiman tempat tinggal baru, hal ini lebih dikarenakan terbatasnya lahan untuk membangun tempat tinggal. Oleh karenanya, dengan pemanfa’atan lahan mati tersebut akan sangat bermanfaat ditengah kebutuhan masyarakat setempat. ”Bertahun lamanya lahan itu mati dan memang sudah tidak produktif lagi. Terlebih ditengah padatnya kapasitas penduduk dan sulitnya pengembangan pemukiman, maka lahan tersebut akan sangat berpotensi dan bermanfa’at untuk dijadikan pemukiman tempat tinggal baru,” terangnya. (ries)















