
Cirebon Timur, PN
Tawuran dua kelompok remaja kembali pecah, dua anak remaja dikabarkan mengalami luka berat akibat dibacok senjata tajam dan kini tengah dilakukan perawatan medis di RSUD Gunungjati Kota Cirebon. Peristiwa bentrok yang meresehkan warga lagi masyarakat tersebut pasalnya terjadi di Jalan Raya Dongkol – Sedong termasuk Desa Asem, Kecamatan Lemahabang, Jum’at (21/10) sekira Pukul 02.00 Wib dini hari. Pasca kejadian, rentetan informasi dan video bentrok dua kalangan remaja yang bersebaran di grup Whatsapp menjadikan kekhawatiran masyarakat, nampak terlihat para remaja membawa berbagai senjata tajam baik celurit maupun parang.
Kapolsek Lemahabang, Kompol I Nyoman Oka kepada PN membenarkan adanya kejadian bentrok antara dua kelompok remaja yang terjadi di wilayah hukumnya, tepatnya di Jalan Raya Dongkol Desa Asem, Kecamatan Lemahabang pada Jum’at (21/10) Pukul 02.00 Wib dini hari. Namun demikian, bentrok tawuran yang memakan dua korban yang saat ini tengah dilakukan perawatan medis di RSUD Gunungjati Kota Cirebon kini kasusnya tengah ditangani langsung oleh jajaran Satreskrim Polresta Cirebon. “Betul, telah terjadi tawuran dua kelompok remaja di Jalan Raya Dongkol Desa Asem, atas kejadian ini terdapat dua remaja yang menjadi korban pembacokan senjata tajam yang saat ini sedang dirawat dan ditangani pihak medis RSUD Gunungjati,“ ujarnya.
Atas hal tersebut, I Nyoman Oka pun meminta partisipasi kerjasama seluruh warga masyarakat dan seluruh unsur instansi untuk dapat bersama-sama menjaga kondusifitas dan mengantisipasi hal-hal yang menggangu kamtibmas dilingkungannya seperti segera melaporkan ke pihak Pemdes setempat ataupun ke Polsek bilamana mencurigai adanya pergerakan segerombolan remaja yang dirasa mengganggu keamanan dan ketertiban umum. “Saya berharap perlunya peran seluruh warga masyarakat dan seluruh unsur instansi untuk dapat bersama-sama menjaga kamtibmas di lingkungannya masing-masing. Untuk itu bila mencurigai adanya segerombolan kelompok remaja yang mengancam dan menggangu kamtibmas diharapkan untuk segera melapor ke pihak pemdes atau jajaran anggota Polsek,“ himbaunya. (Ries)















