Pelita News, Indramayu – Santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) I’anatul Mubtadiin Desa Dukuh, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu berhasil meraih 8 medali pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Indramayu Open Tahun 2023, di GOR Singalodra Sindang, Kabupaten Indramayu, kemarin. 8 medali itu terdiri dari 3 mendali emas, 3 mendali perak dan 2 mendali perunggu.
3 mendali emas diraih Usman Alfahri (kategori tanding MTs putra kelas D), Sella Kristina (kategori tanding SMP Putri Kelas G) dan Muhammad Fajri (kategori Tanding SMP Putra kelas F). Sementara 3 medali perak diraih Dwi Andhika Wahyu Imanudin (kategori tanding SMP Putra Kelas G), Denis (kategori Tanding SMP Putra Kelas J) dan Dea Puspita (kategori Tanding SMP Putri Kelas G).
Selanjutnya, 2 medali perunggu diraih, Muhammad Ilham (kategori tanding SMP Putra Kelas C) dan Muhammad Iqbal Slamet (kategori Tanding SMP Putra Kelas G).
Ketua Ponpes I’anatul Mubtadiin, Gus Farhan merasa bangga melihat santri dan santriwati yang diasuhnya memberikan capaian prestasi baik untuk almamater maupun tempat tinggal dan keluarganya.
“Saya selaku ketua Pesantren sangat bangga terhadap seluruh santri yang mendapatkan seluruh penghargaan dan dinobatkan sebagai juara,” kata dia dalam keterangannya, Minggu (5/3/2023).
Menurutnya, dengan prestasi Kejurnas Pencak Silat Indramayu Open Tahun 2023 yang diraih santri dan santriwati yang menimba ilmu di Ponpes I’anatul Mubtadiin, tak hanya bakal menjadi calon ulama akan tetapi mereka mampu memberikan suatu capaian prestasi di segala kompetensi salasatunya bidang olahraga pencak silat.
“Ini menandakan santri tidak hanya mau berjuang sebagai calon ulama, tapi juga mampu mengukuhkan dirinya di beberapa kompetensi, salasatunya bidang Olahraga Pencak Silat,” tambahnya.
Gus Farhan berharap, bagi mereka yang sukses meraih mendali emas, perak maupun perunggu untuk tidak besar hati maupun kepala. Melainkan terus mengasah kemampuan diri untuk bisa menyongsong kejuaraan selanjutnya dan memberikan manfaat sebagai pelindung baik diri sendiri maupun untuk keluarga.
“Semoga santri yang berjuang untuk mengharumkan nama Ponpes I’anatul Mubtadiin di Kejurnas Pencak Silat Kabupaten Indramayu Tahun 2023 bisa meningkatkan kemampuannya untuk menatap kejuaraan lainnya. Saya juga berharap mereka mampu mengabdikan dirinya sebagai penjaga keluarga, ulama dan masyarakat serta bermanfaat untuk sekitar, kelak,” harapannya.
Dengan prestasi itu merupakan buah hasil dari implementasi ekskul sekolah yang sudah berjalan yang kini dinamai Pencaksilat Silambawiqri dan mampu mencetak santri dan santriwati meraih juara.
“Sudah ada pencaksilatnya, Pencaksilat Silambawiqri namanya. Sudah berjalan 2 tahun, alhamdulillah setiap tahun menyumbangkan emas untuk pesantren,” ujarnya. (duliman)















