Pelita News | Cirebon Timur – Pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan kerap mengalami banyak kendala, tak terkecuali dengan tingginya curah hujan yang ekstrim di suatu kawasan perbukitan. Diketahui bersama, perubahan iklim global telah berdampak dan menjadi tantangan nyata masyarakat, tidak hanya resiko bencana termasuk juga ancaman pada infrastruktur transportasi.
Selain itu, fenomena kenaikan suhu udara dan curah hujan yang tidak menentu akibat cuaca ekstrim, telah membuat konstruksi jalan lebih rentan mengalami kerusakan. Hujan deras dan angin kencang akan meninggalkan dampak besar pada proyek konstruksi jalan yang sedang berlangsung.
Seperti yang terjadi pada Peningkatan Jalan Lojikaum – Kalimati di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon. Pihak CV. Kukuh Saputra selaku pihak pelaksana pekerjaan langsung bergerak cepat dengan melakukan perbaikan jalan di titik kerusakan. Proyek dengan nilai anggaran Rp 933.066.000,- tersebut kini sudah kembali dalam kondisi baik. Sabtu (17/1/2026).
Seorang pengendara jalan yang tengah melintas, Junaedi mengaku senang dengan kondisi jalan yang saat ini sudah dilakukan perbaikan. Ia berharap dengan hasil pekerjaan jalan yang baik akan bertahan awet, sehingga dapat memberikan rasa nyaman bagi masyarakat pengguna jalan.
“Alhamdulillah hari ini sudah dilakukan perbaikan, kami sebagai warga masyarakat berterimakasih atas respon positif pemerintah terhadap keluhan dan kritikan masyarakat,“ ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Selanjutnya ia berharap di tahun 2026 ini dapat dilakukan lanjutan pembangunan. Menurutnya, pembangunan ruas Jalan Lojikaum – Kalimati baru di kerjakan di dua titik lokasi, atau belum dilakukan secara menyeluruh. Jalan Lojikaum – Kalimati sendiri merupakan akses satu-satunya warga Lojikaum yang terisolir di pedalaman perbukitan yang berbatasan langsung dengan wilayah Kecamatan Japara Kabupaten Kuningan.
“Semoga tahun ini ada lanjutan pembangunan, kami disini sudah sangat bersabar dan rasanya sudah lelah dengan kondisi jalan seperti kubangan kerbau ini. Semoga harapan kami ini mendapatkan perhatian serius pemerintah,“ harap Junaedi.
Publik Soroti Waktu Lelang dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Diberitakan sebelumnya , sejumlah proyek pekerjaan jalan di Kabupaten Cirebon mengalami kerusakan akibat dilaksanakan di akhir tahun anggaran dan berbarengan dengan tibanya musim hujan. Hal ini menjadi perhatian dan sorotan tajam, publik menekankan DPUTR Kabupaten Cirebon agar segera melakukan evaluasi serius terhadap waktu lelang dan waktu pelaksanaan pekerjaan.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Fraksi Golkar, Diah Irwany Indriati menegaskan komitmen Komisi III dalam menyikapi kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Cirebon. Ia juga tidak bisa memungkiri, bahwa faktor alam menjadi salah satu penyebab rusaknya perbaikan-perbaikan jalan yang sedang dalam proses pengerjaan.
“Makanya kami jauh-jauh hari usul dan memberikan masukan kepada DPUTR agar dalam melaksanakan lelangan jangan mendekati musim hujan, sehingga pelaksanaannya tidak ada lagi mengkambing hitamkan cuaca alam,“ singgungnya.
Ia bahkan menekankan agar DPUTR Kabupaten Cirebon sesegera mungkin ambil sikap bagaimana tata kelola penggunaan anggaran ini dapat dijalankan dengan baik dan benar. Sehingga anggaran tepat guna, tepat waktu, tepat sasaran dan tepat manfaat.
“Jangan sampai karena tidak tepat waktu sehingga tidak tepat guna, karena tidak tepat guna sehingga tidak tepat manfaatnya. Baru selesai dikerjakan pagi, tapi siang atau sorenya sudah ambrol lagi,“ kata Diah. @Ries















