Indramayu.PN
Mahasiswa yang tergabung dalam seruan aksi Indramayu bergerak , lakukan aksi demo ajukan lima tuntutan atas kebijakan pemerintah di depan Gedung DPRD Indramayu , Senin (11/04)
Ratusan mahasiswa/i di Indramayu yang tergabung pada seruan aksi Indramayu bergerak , yang di dalamnya adalah , GMNI, KAMMI, IPNU, PMII , malakuka. Aksi turun kejalan mulai star awan dari gedung universitas wiralodra (unwir) , sekitar 1km dari titik nol.sejumlah mahasiswa turun ke jalan menuju gedung DPRD Indramayu mengajuka. Lima tuntutan yang dianggap keberpihak kepada rakyat.
Lima tuntutan tersebut adalah 1 menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM). 2. Penolakan kenaikan pajak PPN. 3. Pemerintah harus mengevaluasi dan menjamin stabilitas harga bahan pangan 4. Penolakan wacana penundaan pemilihan umum .5. Selesaikan Reforma Agraria di Indramayu. Lima tuntutan tadi dikumandangakan didepan gedung DPRD kabupaten Indramayu.
Mahasiswa mendesak agar DPRD Kabupaten Indramayu mengawal atas aspirasi mahasiswa yang merupakan wakil rakyat untuk menyampaikan tuntutan tersebu. Ke pemerintah pusat , dan ini merupakan harga mati atas hilangnya demokrasi di Indonesia , Mahasiwa menyebutkan dalam beberapa hari pemerintah telahenaukan harga BBM jenis pertak dan menaikan pajak PPN. Ini merupakan yang menyengsarakan rakyat.
Aksi demo didepan gedung DPRD cukup lumayan lama , dan meminta agar kedua DPRD memberikan tanggapan atas tuntutan para demonstran. Selang beberapa jam usai aksi orasi dari masing masing organinasi mahasiswa . Ketua DPRD H. Syaefuddin SH. Tampil didepan para demonstran .
Menurut H. Syaefuddin , apa yang menjadi tuntutan dari para Mahasiwa , bersedia menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat , namun ada beberapa hal yang tidak bisa bebuat banyak oleh DPRD Indramayu, terkait kenaikan pajak PPN dan penundaan pemilu ,sebab dari kedua prodak tersebut adalah murninya dari pemerintah pusat “kami hanya bisa merpormasi seperti stabilitas pangan di Indramayu misanya” ujar ketua DPRD .















