Pelita News | Cirebon Timur – Menjadi kawasan industri besar di ujung timur Provinsi Jawa Barat, rupanya hanya menjadi Kemudorotan untuk wilayah Cirebon Timur. Hal ini di sampaikan tegas dan lantang Adang Juhandi yang merupakan tokoh penting di Cirebon Timur.
Menurutnya, penetapan Cirebon Timur sebagai kawasan industri tidak hanya membawa dampak positif saja, namun juga dampak negatif bagi masyarakat setempat. Di satu sisi, potensi ekonomi dan lapangan kerja bisa meningkat, namun di sisi lain, alih fungsi lahan pertanian dan infrastruktur yang belum memadai menjadi tantangan.
“Dampak positif keberadaan kawasan industri bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, menarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja. Pembangunan kawasan industri juga harus diikuti dengan peningkatan infrastruktur pendukung, seperti jalan, listrik, dan air bersih. Selain itu, dengan adanya industri dapat meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pajak dan retribusi,“ paparnya.
Namun, lanjut dikatakan Adang, ada hal yang lebih penting dengan keberadaan industri yang berdampak negatif. Seperti lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi kawasan industri, sangat berpotensi mengurangi lahan pertanian dan produksi pangan. Bahkan, pembangunan industri dapat menyebabkan kerusakan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik, seperti pencemaran air dan udara.
“Berikutnya, dalam perbedaan kepentingan antara masyarakat lokal dan pihak industri bisa memicu sebuah konflik sosial. Pembangunan kawasan industri bisa memperburuk kesenjangan sosial jika manfaatnya tidak merata dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,“ ujarnya.
Adang kembali menegaskan, dalam persoalan kemudorotan berdirinya kawasan industri di Cirebon Timur perlunya tata kelola kawasan industri yang baik dan berkelanjutan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan manfaat bagi masyarakat. Sehingga perlu ada regulasi yang jelas untuk melindungi lahan pertanian produktif dari alih fungsi.
“Pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur pendukung kawasan industri. Namun faktanya infrastruktur jalan di Cirebon Timur hancur berantakan dan tidak dapat di urus dengan baik,“ singgungnya.
Untuk itu, masyarakat lokal sangat penting dilibatkan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan terkait pengembangan kawasan industri. Selanjutnya, pemerintah bersama industri juga perlu memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat lokal agar dapat terserap di industri yang ada di kampung halamannya.
“UMKM juga perlu didukung agar bisa berkembang dan berkontribusi pada perekonomian. Dengan pengelolaan yang baik dan partisipasi aktif dari semua pihak, kawasan industri di Cirebon Timur diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat. Bukan hanya dijadikan alat kepentingan dan kesejahteraan kelompok tertentu saja,“ sentilnya. @Ries















