
Kabupaten Cirebon Pelita News
Pemerintah Desa Sende Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon gelar tradisi Mapag Sri dan dimeriahkan dengan hiburan seni budaya wayang kulit Jum’at 10/04. Mapag Sri di Desa Sende merupakan acara adat tahunan yang biasa dilaksanakan saat menyambut panen raya padi di musim tahun pertama panen. Mapag Sri di Desa Sende juga disambut hangat oleh seluruh petani dan warga Desa Sende bahkan dengan antusiasme warga juga turut hadir menyaksikan hiburan yang tak pernah ketinggalan itu yakni seni wayang kulit yang dipertontonkan di depan Kantor Desa Sende saat itu.

Suma, SM Kuwu Desa Sende menjelaskan, Mapag Sri merupakan tradisi yang turun temurun terus dilaksanakan saat musim panen padi pertama tiba khususnya di Desa Sende, Mapag Sri juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur petani warga Desa Sende atas limpahan rejeki yang diberikan melalui panen raya yang diharapkan melimpah.
“mapag Sri adalah tradisi adat masyarakat Jawa dan Sunda khususnya di petani di Desa Sende untuk menyambut panen raya padi, dan Mapag Sri juga sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT) serta penghormatan kepada Dewi Sri (dewi padi). Secara bahasa, mapag berarti menjemput dan sri berarti padi, yang melambangkan kegiatan menjemput hasil panen,”jelasnya.

Selain itu rasa syukur panen yang melimpah juga tradisi Mapag Sri dikaitkan sebagai rasa syukur petani yang tanaman padinya terhindar dari hama atau penyakit yang dapat mempengaruhi hasil dari panen.
“sebagai rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, tolak bala (menghindari hama/penyakit), dan mempererat tali silaturahmi antarwarga,”tambahnya.
Acara Mapag Sri juga diawali dengan doa bersama yang diikuti oleh perangkat desa, dan lembaga desa serta para petani, hal demikian juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur dan harapan di musim yang akan datang agar lebih dilimpahkan lagi hasil buminya.
“kami juga bersama seluruh lembaga desa dan petani adakan doa bersama dengan harapan terus dilimpahkan rejekinya melalui hasil bumi yang melimpah,”ungkapnya.
Suma, SM juga berharap di acara adat Mapag Sri saat ini seluruh warganya dengan berbagai profesi dan pekerjaan agar bisa dilimpahkan rejeki dan disehatkan jasmani serta rohani, sehingga warganya bisa terus beraktifitas dan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian desa.
“kami sebagai Kuwu Desa Sende berharap seluruh warga kami diberkahi Gemah Ripah Loh Jinawi, subur makmur dan sejahtera serta sehat Jasmani dan Rohani,” harapnya.(Sur)















