Kabupaten Cirebon Pelita News
SMPN 2 Jamblang Kabupaten Cirebon hari ini Kamis 09/04 laksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA), terhitung sejak sesi satu hingga tiga digelombang pertama hingga kini masuk sesi terakhir gelombang dua tepatnya sebanyak 314 siswa SMPN 2 Jamblang telah mengikuti TKA dengan persiapan maksimal untuk mencapai harapan siswa dan sekolah.

Menurut Nono Sarmino,S.Pd Kepala SMPN 2 Jamblang melalui Udin Wahyudin,S.Pd Wakasek Kurikulum menjelaskan pelaksanaan TKA di SMPN 2 Jamblang dipersiapkan secara matang baik dari segi sarana dan prasarana maupun kesiapan seluruh siswa kelas IX yang hendak mengikuti TKA yang dilaksanakan sejak Senin 06/04 hingga saat ini.
“mulai dari pelatihan, pembelajaran, perbaikan, dan koordinasi kami sudah lakukan untuk persiapan TKA ditahun ajaran 2025-2026,”katanya.
Dipaparkannya, persiapan yang diberikan kepada seluruh siswa kelas IX SMPN 2 Jamblang diantaranya pemberian tambahan jam pelajaran, hingga simulasi dengan tujuan para siswa mampu mengerjakan TKA dengan hasil yang sangat memuaskan.
“persiapan pertama anak dibimbing langsung oleh guru mapel matematika dan bahasa Indonesia, kemudian anak diberi dari sekolah buku TKA yang dibawa per anak dan untuk dipelajari di rumah, selain buku ada pembelajaran anak untuk mencari soal-soal melalui kegiatan daring yang dipantau oleh guru mapel matematika dan bahasa Indonesia, lalu simulasi kita ikut, kemudian yang kedua di gladi bersih kita juga ikut,”paparnya.

Tak hanya persiapan untuk siswa saja, namun persiapan pada sarana dan prasarana turut dibenahinya, disebutkan sekitar 20 hingga 30 persen salah satunya pada perangkat komputer maupun laptop yang dimiliki SMPN 2 Jamblang telah diperbaiki dan diupgrade.
“perangkat yang kita punya itu kurang lebih ada antara 20 sampai 30% yang perlu perbaikan, terutama laptop yang karena ram-nya perlu dibenahi kemudian keyboardnya dan perangkat jaringan kita perbaiki semua,”sebutnya.
Dari 314 siswa SMPN 2 Jamblang kelas IX yang mengikuti TKA tentunya mengikuti arahan yang telah tertuang dalam Petunjuk Pelaksanaan dan Teknis dari Pemerintah, sehingga pelaksanaan TKA di SMPN 2 Jamblang dibagi menjadi dua gelombang dengan tiga sesi pelaksanaan.
“pelaksanaan TKA di SMPN 2 Jamblang sesuai dengan arahan juknis dari pemerintah dan melalui teknis kabupaten Cirebon,di Kita pesertanya di 314 siswa, dibagi dalam dua gelombang 1 gelombang itu dilaksanakan 3 sesi mulai dari tanggal 6 sampai dengan tanggal 9 April hari ini Kamis tanggal 9 April itu selesai terakhir dan alhamdulillah lancar terkendali,”ungkapnya.

Diakuinya walaupun saat pelaksanaan masih terdapat kendala yang mengakibatkan belasan siswa yang mengikuti TKA saat itu terganggu hingga tak bisa menyelesaikan tes, yang pada akhirnya sebanyak 19 siswa tersebut dipastikan akan mengikuti TKA susulan yang direncanakan akan dimulai pada Mei 2026.
“ada beberapa kendala, permasalahan pertama server pusat ngedown yang kedua hari pertama kita mengalami listrik down sehingga berdasarkan hasil laporan di hari pertama itu ada kurang lebih 19 anak yang di jawabannya tidak tuntas, karena kendala itu maka 19 anak ini diharapkan nanti ikut susulan di bulan Mei perkiraan mulai tanggal 11 Mei,”ujarnya.
Adanya TKA di tahun ajaran 2025-2026 merupakan salah satu program pemerintah yang mana Tes Kemampuan Akademik dirasanya menjadi salah satu tolak ukuran siswa dalam pencapaian keberhasilan penguasaan akademik, dan TKA juga menjadi salah satu tiket siswa untuk melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya.
“TKA itu salah satu tiket siswa dan bisa digunakan untuk mendaftar SPMB ke SMA ke SMK melalui jalur prestasi,”kata Nono Sarmino,S.Pd Kepala SMPN 2 Jamblang melalui Udin Wahyudin,S.Pd.
Sementara itu Nono Sarmino,S.Pd Kepala SMPN 2 Jamblang melalui Udin Wahyudin,S.Pd berharap seluruh siswanya mampu meraih hasil dari Tes Kemampuan Akademik yang diselenggarakan saat ini dengan capaian yang memuaskan, sehingga capaian memuaskan bisa menjadi modal siswa untuk berkompetisi di jenjang pendidikan selanjutnya.
“harapan kami anak itu belajar untuk memahami tentang IT, kemudian mampu meningkatkan kualitas pengetahuan anak terutama di bidang akademik, sehingga bisa menjadi modal kedepannya,”pungkasnya.(Sur)















