Pelita News I Indramayu – Menyambut momen Perayaan Imlek 2577, Klenteng An Tjeng Bio Kabupaten Indramayu melakukan berbagai kegiatan diantaranya menggelar ritual Jie Shi Siang An dengan membersihkan ratusan rupang.
Klenteng yang dibangun pada tahun 1848 itu hingga kini masih mempertahankan arsitektur khas Tionghoa dan menjadi sala satu cagar budaya bersejarah di Kota Mangga Indramayu.
Pengurus Yayasan Dharma Rahayu Klenteng An Tjeng Bio Indramayu, Uun mengatakan tentang beberapa kegiatan yang berlangsung di klenteng tersebut. Diantaranya telah menggelar ritual Jie Shi Siang An dengan membersihkan ratusan rupang, pada pekan lalu.
Ritual tersebut menjadi agenda tahunan yang dilakukan menjelang Imlek sebagai bagian dari persiapan spiritual umat. Selain itu kegiatan bersih-bersih rupang dilakukan untuk membersihkan debu sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol-simbol suci di klenteng.
“Ini kegiatan rutin setiap tahun menyambut Imlek. Rupang-rupang dibersihkan agar kembali bersih dan layak untuk digunakan dalam rangkaian sembahyang,” kata Uun, dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Perayaan Imlek di Klenteng An Tjeng Bio tidak hanya diisi dengan sembahyang, tetapi juga doa bersama untuk memohon berkah, kedamaian, dan keselamatan bagi masyarakat, khususnya di Indramayu.
Selain rangkaian Imlek, terdapat agenda penting lainnya setelah perayaan Tahun Baru Imlek, yakni peringatan ulang tahun rupang Kong Cho Lak Kwa Ya yang merupakan Tuan Rumah Klenteng Ang Tjeng Bio.
Kegiatan ulang tahun tersebut akan diisi dengan kirab budaya yang berkeliling di Jalan Protokol Kota Indramayu pada awal bulan Maret 2026.
“Pesertanya berasal dari berbagai daerah dan sekte, tidak hanya dari Indramayu. Kami juga mengundang perwakilan kelenteng lain untuk berdoa bersama,” ujarnya.
Diperkirakan sekitar 500 orang akan terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut. “Tradisi tahunan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Klenteng An Tjeng Bio yang telah berusia 177 tahun,” pungkasnya. @safaro















