• Advertorial
    • Kontak Kami
    Rabu, Juni 17, 2026
    Harian Pelita News
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Upaya Pencegahan untuk Pengendalian Tuberkulosis, Dinkes Indramayu Libatkan Stakeholder Lain

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    Oktober 25, 2022
    dalam CIAYUMAJAKUNING, INDRAMAYU
    0 0
    0
    Upaya Pencegahan untuk Pengendalian Tuberkulosis, Dinkes Indramayu Libatkan Stakeholder Lain
    0
    BERBAGI
    233
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

    Indramayu, PN

    Upaya-upaya pencegahan untuk pengendalian tuberculosis (TB) dan tujuan nasional eliminasi TB tahun 2035 seiring masih minimnya capaian penanganan TB, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu tidak bisa bekerja sendiri harus melibatkan stakeholder lainnya. Stakeholder itu diantaranya faskes swasta, kader kesehatan khusus TB di desa, aparat Desa, aparat Kecamatan, Dinas Sosial, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Komunikasi dan Informatika, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Kementerian Agama , Baznas, Akademisi, kader penyakit menular lainnya.

    “Kami tidak bisa berdiri sendiri harus bekerja sama dengan pihak lain. Semoga dengan kerjasama yang erat permasalahan TB di Indonesia dapat dikendalikan sampai mencapai angka yang rendah” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dede Setiawan, MHKes, melalui Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), dr. Bintang Kusumawardhani, Senin (24/10/2022).

    Dalam upaya pencegahan itu, Dinkes Indramayu juga mengajak masyarakat untuk mengenali penyakit (TB), gejala dan cara pengobatannya sehingga tuntas. Pasalnya TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang mudah berubah sifat menjadi sulit diobati jika tidak tuntas dan berpotensi serius terutama pada organ paru-paru, otak, selaput paru dan mengakibatkan turunnya produktivitas masyarakat. Penyakit ini menjadi 1 dari 10 penyebab kematian.

    Bintang mengatakan, gejala TB adalah batuk-batuk lebih dari 2 minggu, batuk berdahak bisa terdapat darah, demam atau tidak enak badan yang lama, berkeringat malam tanpa aktivitas, tidak nafsu makan, dan penurunan berat badan. Sedangkan pada anak, ada kriteria tersendiri. Untuk pengobatan TB terbagi 2, pertama TB sensitif obat dan kedua TB resisten obat (RO).

    Pengobatan TB sensitif obat kata dia, diterapi dengan obat-obatan Program Nasional yang sudah siapkan oleh pemerintah. Masa pengobatannya rutin selama 6 bulan. Terapi tersebut bisa dilaksanakan di Puskesmas, RS, klinik atau dokter praktek mandiri. Sementara kalau TB RO, terapinya tidak dapat di sembarang tempat fasilitas kesehatan tetapi harus di rumah sakit (RS) khusus Rujukan TB RO.

    “RS khusus yang sudah bisa melayani pengobatan TB RO untuk wilayah Cirebon, Indramayu, Kuningan dan Majalengka (Ciayumajakuning) ada dua lokasi yakni RSUD Gunungjati Cirebon dan RS Paru Sidawangi Kabupaten Cirebon. RS Paru Sidawangi ditetapkan sebagai RS khusus terhitung Agustus 2022 kemarin,” kata Bintang.

    Dijelaskan, TB sensitif obat masa pengobatannya selama 6 bulan sementara TB RO bisa mencapai 2 tahun.

    Pasien sambungnya, bisa jatuh pada kondisi TB RO jika tidak berobat dengan obat yang benar sesuai standar pengobatan TB, pasien tidak disiplin minum obatnya dan pasien putus berobat.

    Dalam menentukan apakah pasien yang memiliki gejala TB masih dapat diobati dengan obat program atau obat TB RO, sesuai dengan Surat Edaran Kemenkes alur diagnosa akan dilakukan pemeriksaan dahak dan diperiksa dengan TCM (tes cepat molekuler). Fasilitas Kesehatan di Indramayu yang memiliki alat TCM ada di 4 lokasi yakni, RSUD Indramayu, RS Bhayangkara Losarang, RSUD Pantura M.A Sentot Patrol dan Puskesmas Karangampel.

    “Jejaring Faskes yang melayani pasien terduga pasien TB di Indramayu bisa melakukan tes dahak di 4 lokasi itu sesuai pembagian wilayah. Sampel dahak akan dijemput dan diantarkan oleh PT Pos Indonesia ke 4 faskes TCM tersebut. Sementara kerjasama antar jemput dahak itu sudah terbangun dari tingkat pusat, daerah tinggal mengikuti,” jelas dia.

    Setelah ada hasil TCM baru dapat diputuskan jenis pengobatannya. Pemeriksaan Radiologi Rontgen dada dan Tuberkulin tes, hanya sebagai pemeriksaan penunjang.

    Kemudian kalau terdapat temuan pasien TB, Bintang menjelaskan bahwa petugas puskesmas bersama kader kesehatan TB akan melaksanakan investigasi kasus ke rumah dan tempat kerja pasien untuk mencari kontak erat pasien, dicari gejala yang sama, dites dahak dan diobati jika hasil telah positif, serta memberi obat pencegahan pada kelompok masyarakat yang lemah imunitasnya.

    Dikatakan, TB bisa menyerang seluruh kelompok umur termasuk anak-anak. Hanya saja, sambungnya, proses pendeteksiannya berbeda antara dewasa dan anak. Anak yang sudah bisa berdahak bisa dilakukan Tes TCM sementara anak yang belum bisa berdahak ada kriteria khusus dengan sistem skoring dan pemeriksaan penunjang lainnya

    “Jumlah penderita TB anak tidak terlalu banyak dibandingkan dewasa, namun menjadi indeks kasus yang menandakan banyaknya kasus dewasa yang harus ditemukan, tukasnya.

    Bintang menambahkan, data Indramayu Januari sampai 30 September 2022 penderita baru sensitip obat sebanyak 1.541 dari target 3.925 pasien. TB RO 23 pasien dari target 86. Sedangkan tahun 2021 TB RO 22 pasien dengan target 85, telah diobati 14 pasien.

    “Capaian masih kecil, bisa terjadi dari belum masuknya pelaporan kasus TB yang ditangani oleh faskes lain. Karenanya untuk mendapatkan data-data pasien kami menggiatkan kerjasama dengan RS swasta, klinik dan tenaga kesehatan lainnya melalui KOPI TB, yaitu perkumpulan organisasi profesi yang bersentuhan dengan masyarakat dalam penanganan TB”, tambahnya. (saprorudin)

    Tags: CiayumajakuningIndramayu
    Sebelumnya

    Unwir Indramayu Wisuda 353 mahasiswa

    Berikutnya

    Pastikan Bebas dari Obat Sirup Berbahaya, Camat Anjatan dan Kapus Kunjungi Apotik

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Pastikan Bebas dari Obat Sirup Berbahaya, Camat Anjatan dan Kapus Kunjungi Apotik

    Pastikan Bebas dari Obat Sirup Berbahaya, Camat Anjatan dan Kapus Kunjungi Apotik

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Mei 21, 2026
    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Mei 19, 2026
    SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

    SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

    Juni 8, 2026
    Selain Biaya Pendaftaran, Diduga Ada Biaya Lainnya Pada Program PTSL tahun 2026 di Desa Jungjang Wetan 

    Selain Biaya Pendaftaran, Diduga Ada Biaya Lainnya Pada Program PTSL tahun 2026 di Desa Jungjang Wetan 

    Mei 21, 2026
    Bebas Intervensi: SPMB SMA Negeri Jabar 2026 Tahap 1 Dibuka 15-19 Juni, Ini Jadwal Lengkap & Syarat Tiap Jalur

    Bebas Intervensi: SPMB SMA Negeri Jabar 2026 Tahap 1 Dibuka 15-19 Juni, Ini Jadwal Lengkap & Syarat Tiap Jalur

    Juni 17, 2026
    Bambang Mujiarto: Kemajuan Tak Boleh Memutus Akar Budaya Cirebon

    Bambang Mujiarto: Kemajuan Tak Boleh Memutus Akar Budaya Cirebon

    Juni 17, 2026
    Keluarga Besar SMAN 1 Beber Ajak Awali 1 Muharram 1448 H dengan Hati Bersih dan Niat Tulus

    Keluarga Besar SMAN 1 Beber Ajak Awali 1 Muharram 1448 H dengan Hati Bersih dan Niat Tulus

    Juni 16, 2026
    Malam 1 Suro Momentum Bermuhasabah, Nana Kencanawati Justru Body Shaming Kritikan Rakyat

    Malam 1 Suro Momentum Bermuhasabah, Nana Kencanawati Justru Body Shaming Kritikan Rakyat

    Juni 16, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • Malam 1 Suro Momentum Bermuhasabah, Nana Kencanawati Justru Body Shaming Kritikan Rakyat

      Malam 1 Suro Momentum Bermuhasabah, Nana Kencanawati Justru Body Shaming Kritikan Rakyat

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Tumpang ‘Pacul’ Tanah Bengkok, Perangkat Desa Tugu Gerudug Kantor Kecamatan Sliyeg

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Bebas Intervensi: SPMB SMA Negeri Jabar 2026 Tahap 1 Dibuka 15-19 Juni, Ini Jadwal Lengkap & Syarat Tiap Jalur

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Di Hari Jadi Cirebon ke-599, Walikota Cirebon Edo Effendi: Terus Perkuat Persatuan dan Akselerasi Pembangunan

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (12,465)
    • EKONOMI & BISNIS (312)
    • INDRAMAYU (5,296)
    • INFORMASI (564)
    • Jawa Tengah (409)
    • KABUPATEN CIREBON (5,992)
    • KESEHATAN (81)
    • KOTA CIREBON (1,048)
    • KUNINGAN (132)
    • MAJALENGKA (62)
    • NASIONAL (630)
    • OLAHRAGA (42)
    • PEMERINTAH DAERAH (725)
    • TEKNOLOGI (90)
    • Uncategorized (522)

    Berita Terbaru

    Bebas Intervensi: SPMB SMA Negeri Jabar 2026 Tahap 1 Dibuka 15-19 Juni, Ini Jadwal Lengkap & Syarat Tiap Jalur

    Bebas Intervensi: SPMB SMA Negeri Jabar 2026 Tahap 1 Dibuka 15-19 Juni, Ini Jadwal Lengkap & Syarat Tiap Jalur

    Juni 17, 2026
    Bambang Mujiarto: Kemajuan Tak Boleh Memutus Akar Budaya Cirebon

    Bambang Mujiarto: Kemajuan Tak Boleh Memutus Akar Budaya Cirebon

    Juni 17, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk