
Kab. Cirebon, PN
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, Pemerintah Desa Tuk Karangsuwung Kecamatan Lemahabang menggelar acara Tuk Karangsuwung Bersholawat bertempat di lapangan desa setempat, Rabu (22/12) dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan. Adapun tujuan dengan dilangsungkannya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tentunya sebagai wujud rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, mengetahui sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dan mengetahui beberapa cara untuk meneladani Rasulullah SAW. Untuk meneladani Nabi Muhammad SAW ada beberapa cara sebagaimana pada Surat Al-Ahzab ayat 21. Pertama adalah dengan mengharapkan Rahmat dan Ridha Allah, lalu dengan mengingat hari akhir, dan dengan cara terus berdzikir kepada Allah.

Pantauan PN, rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lapangan Desa Tuk Karangsuwung yang di isi dengan berbagai rangkaian acara seperti pembacaan ayat suci Al Qur’an, Sholawat, Tausiyah, Dzikir dan Berdo’a tersebut pasalnya di isi oleh Haba’ib – Haba’ib dari wilayah Cirebon Kuningan, diantaranya hadir Al Habib Usman Bin Ahmad Bin Yahya, Al Habib Abdullah Bin Ali Bin Yahya, Al Habib Hasanain Bingung Muhammad Bin Yahya, Al Habib Umar Madhor Bin Abu Bakar Bin Yahya, Al Habib Hamzah Bin Thohir Bin Yahya, Al Habib Hilmi Al Kaff, Al Habib Abdul Qodir Bin Ahmad Assegaf dan Al Habib Saleh Bin Abdurahman BSA. Selain itu, acara yang khidmat di ikuti sebagian besar waga masyarakat tersebut nampak hadir juga para tokoh ulama dan tokoh masyarakat desa setempat.
Kuwu Desa Tuk Karangsuwung, Azis Maulana mengatakan, gelaran acara keagamaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan wujud cinta kasih dan sayangnya warga Tuk Karangsuwung kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Dengan besarnya antusiasme warga masyarakat dalam acara Tuk Karangsuwung Bershalawat ini diharapkan juga dapat membangkitkan rasa kekompakan, rasa solidaritas serta rasa persaudaraan dan kerukunan yang kental sesama warga. Selain Maulid Nabi, Azis pun menambahkan, ada tiga peristiwa penting yang bisa diteladani oleh umat Islam. Yakni peristiwa turunnya wahyu pertama, peristiwa Isra’ Mi’raj dan peristiwa hijrah Nabi dari Mekkah menuju Yatsrib yang saat ini dikenal sebagai Madinah. “Di Negara kita, perayaan maulid Nabi Muhammad SAW sudah menjadi rutinitas tahunan. Hampir seluruh lapisan masyarakat islam memperingatinya, mulai dari istana negara sampai sudut mushala. Semoga Tuk Karangsuwung Bershalawat ini terus menjadi budaya yang melekat kedepannya dan menjadi agenda rutin tahunan,“ tuturnya.
Ketua MUI Desa Tuk Karangsuwung, Ustad H. Abu Ulya dikesempatannya turut menyampaikan apresiasi yang setingginya atas antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam turut mensukseskan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang baru saja dilangsungkan. Untuk itu, harapannya kedepan agenda Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat desa ini dapat terus dilestarikan dan dapat dijadikan kegiatan rutin tahunan, bahkan ke depan dirinya berharap Peringatan Maulid ini bisa lebih meriah dari tahun ini. Lanjut disampaikan Ustad H. Abu Ulya, lebih penting dari itu, inti dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dalam rangka menciptakan masyarakat yang terus mencintai Nabi Muhammad SAW, dan inti yang paling utamanya adalah meniru atau meneladani sikap Nabi Muhammad SAW. Insya Allah sesuai harapan hari ini tokoh Haba’ib, Ulama dan Sesepuh sudah dapat berkenan hadir, tentunya kedepan diharapkan tokoh Haba’ib, Ulama dan Sesepuh semakin banyak lagi yang hadir dalam kebersamaan. “Alhamdulillah mulai dari penataan tempat tamu, jamuan dan sebagainya terlihat begitu kompak antara RT, RW dan masyarakat dalam bekerjasama mensukseskan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mereka terlihat begitu bahagianya dengan adanya acara Maulid ini,“ pungkasnya. (Ries)















