
Kabupaten Cirebon Pelita News
Pembangunan jembatan gantung Desa Cempaka Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon disoal, pasalnya pembangunan jembatan gantung yang menelan anggaran Rp.800 juta dan sumber dana berasal dari dari bantuan Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2025 terkesan molor.

Berdasarkan dari beberapa sumber yang dihimpun Harian Pelita News, anggaran untuk pembangunan jembatan gantung Desa Cempaka oleh pemerintah Desa Cempaka melalui Rekening Kasi Kesejahteraan Desa Cempaka diduga kuat telah diberikan kepada pihak Perusahaan dalam hal ini Semangat Prima Nusantara CV sebesar Rp.779.400.000 pada 10 Maret 2026.

Namun hingga saat ini, hasil dari pada kegiatan pembangunan jembatan gantung Desa Cempaka baru menghasilkan pemasangan batu senderan dan Bronjong yang diduga pemasangannya asal pasang.

Berdasarkan pantauan Jurnalis Harian Pelita News beberapa waktu lalu tepatnya pada 12/05 yang lalu, kegiatan yang diduga baru berjalan beberapa hari sempat mendapat kunjungan dari beberapa pihak, diantaranya dari pihak Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, Sekretaris Kecamatan dan Kasi Pemerintahan Kecamatan Plumbon, Konsultan perencana pembangunan, Kuwu Cempaka, akan tetapi pasca kunjungan pihak-pihak tersebut pembangunan diduga kuat kembali mandeg, sehingga pembangunan jembatan gantung Desa Cempaka patut dipertanyakan dan diusut tuntas.

Bastija warga Desa Cempaka yang juga merupakan Ketua RW 02 Desa Cempaka yang saat itu dirinya sedang ada dilokasi jembatan gantung Desa Cempaka dirinya menyambut baik adanya pembangunan jembatan itu, pasalnya jembatan itu menurutnya merupakan salah satu akses penunjang warga Desa Cempaka meningkatkan perekonomian.
“kami sangat senang adanya pembangunan jembatan gantung karena ini akses untuk meningkatkan perekonomian,”katanya Sabtu 30/05.

Namun hingga saat ini pekerjaan juga terkesan banyak mandeg sehingga hal itu menjadi pertanyaannya, selain itu juga dengan anggaran yang dirasanya sangat besar pembangunan jembatan gantung Desa Cempaka jangan asal-asalan sehingga usia jembatan bisa panjang untuk digunakan.
“ini dasarnya apa, kok mandeg-mandeg lagi, kan ini anggaran ratusan juta, terus yang kedua kami pengen kualitas pembangunan jembatan gantung jangan asal-asalan,”ucapnya.

Bastija merasa hasil dari pembangunan jembatan gantung Desa Cempaka sampai berita ini diterbitkan dirasanya belum maksimal, Ia juga sebutkan beberapa hasil dari pekerjaaan yang dirasanya juga sangat mengkhawatirkan.
“belum maksimal, karena saya lihat cuma baru senderan, sebelah barat Bronjong, dan Bronjong juga adanya diatas tanah, kalau banjir disini airnya sampai keatas nanti kalau kaya gini terbawa arus, terlebih air naik seperti lautan,”sebutnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemasangan batu senderan yang berada diatas senderan lama terkesan asal pasang, Ia meminta pemasangan batu senderan harus dimulai dari awal atau diberi penguat lainnya sehingga lebih kokoh.
“itu kan senderan berada diatas pasangan lama, kalau bisa sih dari awal, terus diberi patok besi agar tidak bergerak,”ungkapnya.
Tak hanya menyoroti hasil dari pekerjaan yang telah terpasang, Bastija juga mengharapkan semua material jembatan gantung Desa Cempaka tidak tambal sulam, sehingga kedepannya bisa memberikan rasa aman bagi pengguna jembatan itu, terlebih Ia ucapkan bahwa usia jembatan tersebut sudah cukup lama.
“kalau bisa sih semuanya baru, baik seling, tiangnya, maupun besi-besi,”ucap Bastija.
Dugaan mandegnya pekerjaan pembangunan jembatan gantung Desa Cempaka Bastija berharap pelaksanaan kegiatan segera dimulai, sehingga masyarakat bisa langsung menikmati hasil dari pembangunan yang ada, terlebih Ia juga sempat ungkapkan uang anggaran untuk pembangunan sudah ada dan sudah diberikan kenapa harus mandeg.
“saya pengen segera dibangun, segera dilaksanakan supaya masyarakat bisa segara menikmati, sementara masyarakat sudah tahu anggaran sudah turun, kenapa mandeg, kapan mau dilanjutkan, kan uang sudah ada,”.(Sur)














