Pelita News | Kab. Cirebon – Pembangunan Central Warehouse Korporasi Bina Tani Mandiri di Desa Sedong Lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon saat ini telah memasuki progres 60 persen, Senin (10/8/2026).
Proyek yang merupakan bagian dari program UPLAND Project Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon itu dikerjakan oleh CV. Naratama Karya dengan nilai kontrak Rp. 739.115.000,-
Pekerjaan ini bersumber dari dana Pre-Financing APBD Kabupaten Cirebon dan Hibah Kementerian Pertanian melalui UPLAND Project bekerjasama dengan Islamic Development Bank (IsDB).
UPLAND Project atau Productive Upland Agriculture and Natural Resources Management adalah program nasional yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian lahan kering. Di Kabupaten Cirebon, program ini difokuskan pada penguatan kelembagaan petani melalui pembentukan korporasi, penyediaan infrastruktur, dan akses pasar.
Salah satu bentuk infrastrukturnya adalah pembangunan Central Warehouse atau gudang sentral. Gudang ini bukan hanya tempat penyimpanan pupuk, benih, dan alat pertanian, tapi juga berfungsi sebagai pusat distribusi dan pemasaran hasil panen milik korporasi petani.
Perwakilan CV. Naratama Karya, Alan, mengatakan pihaknya terus mengebut pengerjaan agar sesuai target waktu 90 hari kalender.
“Kami menargetkan pembangunan selesai tepat waktu. Saat ini progres sudah 60 persen dan kami optimis bisa rampung sesuai jadwal,“ ujarnya.
Ia menyebut, Central warehouse ini nantinya akan menjadi pusat penyimpanan dan distribusi sarana pertanian bagi kelompok tani di wilayah Kecamatan Sedong dan sekitarnya.
Tujuannya untuk menekan biaya produksi dan memperkuat kelembagaan korporasi petani.
“Dengan adanya gudang sentral ini, diharapkan petani bisa lebih mudah mengakses sarana pertanian dan hasil panen dapat tersimpan dengan baik menjelang musim tanam,“ kata Alan.
Dengan adanya gudang ini, para petani tidak perlu lagi menyewa tempat penyimpanan dengan biaya mahal. Sarana pertanian juga bisa dibeli secara kolektif dengan harga lebih murah, sehingga efisiensi produksi meningkat.
Selain itu, korporasi petani akan memiliki bargaining position yang lebih kuat saat menjual hasil panen ke tengkulak maupun pasar.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dudung Durahman menegaskan, infrastruktur seperti ini penting untuk mendukung swasembada pangan dan kesejahteraan petani.
“Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon akan terus melakukan pengawasan agar penggunaan sarana pertanian tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas,“ pungkasnya.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan daerah. @Ries
















