Pelita News Kabupaten Cirebon
Pemerintah Desa (Pemdes) Sende Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, bersama lembaga Desanya serta unsur masyarakat petani lakukan kerja bakti di Desa Lain (Desa Winong Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon.red) Minggu (01/10). Hal itu dilakukannya demi kemudahan para petani Desa Sende yang selama ini dirasanya terus mengalami kesulitan mendapatkan air untuk sawahnya.
Hampir seratusan masyarakat terjun langsung menormalisasi saluran tersier DI Rentang Kanan yang ada diwilayah Winong, walaupun terdapat gorong-gorong saluran yang saat ini telah mendapatkan perhatian, namun untuk saluran tersiernya belum mendapatkan sentuhan atau perhatian dari pihak terkait, sehingga kerja bakti yang dilakukan oleh Pemdes Sende dan unsur lembaganya sangat perlu dilakukan.

Menurut Suma,SM Kuwu Desa Sende Membeberkan, pihakny abersama unsur lembaga dan masyarakat petani bahu membahu bekerjasama melaksanakan kerja bakti demi lancarnya saluran tersier di Blok Winong Lor Des Winong, Suma,SM jelaskan saluran tersebut sangat vital perannya bagi ratusan hectare sawah yang ada diwilayah Desa Sende, sehingga saluran yang lncar sangat dinanti oleh masyarakat petani.
“pemdes Sende, bersama lembaga desa sende, karang taruna, LPMD, RT, RW dan warga petani melakukan kerja bakti, tetapi kerja baktinya di Winong tepatnya di Blok Winong Lor, karena saluran irigasi yang menuju ke Sende agak tersumbat oleh sampah,”bebernya.
Sekitar 1 (satu) Kilo Meter panjang saluran Tersier DI Rentang Kanan di Blok Winong Lor yang direncanakan akan tersentuh normalisasi oleh kegiatan kerja bakti yang dilakukan oleh Pemdes Sende dan unsur lembaga serta masyarakat petani,”Sekitar 1 Km kurang, karena ini sepanjang Blok Winong Lor,”sebutnya.
Ia mengaku mengalah ketika tidak ada warga dari Desa Winong yang turut membantu lancarnya kerja bakti, namun hal itu tidak menjadi masalah dan tidak dipermasalahkan, mengingat masih banyak dukungan dari unsur yang hadir saat itu.
“pemdes Sende mengalah untuk melakukan kerja bakti demi lancarnya air untuk pertanian diwilayah Sende,”ujarnya.

Sebelumnya Suma,SM mengaku telah melakukan sosialisasi bersama Pemerintah Desa Winong, bahwa saat itu akan adanya program pembangunan dari Pemerintah Pusat melaui Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS-CC) yang akan melakukan program normalisasi saluran Tersier DI Rentang Kanan di Blok Winong Lor, namun Suma,SM sayangkan ketika adanya oknum masyarakat yang mengaku membawa atau mengatasnamakan warga sekitar, sehingga program tersebut dialihkan dilokasi lainnya.
“sebenarnya akan terjadi, kami Pemdes Sende dan pemdes Winong sudah melakukan sosialisasi, akan tetapi ada salah satu oknum warga Winong yang mengatasnamakan masyarakat Dia menolak dan meminta ganti rugi, jadi kita tidak mau berurusan dengan hal yang kurang baik, karena niat kita baik, biar kita yang mengalah normalisasinya diadakan secara manual aja, dan untuk balai besar dialihkan untuk pertanian,”bebernya.
Selama Pelaksanaan kegiatan kerja bakti dilaksanakan saat itu, Suma,SM mengaku tidak ada kendala yang berarti, semua kegiatan dilaksanakan masih sesuai dengan rencana yang Ia rencanakan, namun Suma,SM diduga sentil dengan dugaan ketidak hadirannya Pemdes Winong dilokasi pekerjaan, walaupun secara langsung Ia mengaku telah berkirim surat.
“tidak ada kendala, karena kita selalu berkoordinasi dengan pemdes Winong, karena ini hal yang lucu, ini yang kerja bakti orang Sende, dikerjakan di desa lain, karena kita membutuhkan normalnya saluran irigasi dan kita sudah berkirim surat ke Pemdes Winong,”ucapnya.

Akan tetapi Suma,SM menyadari saat itu juga, bahwa dengan dugaan ketidak hadiran Pemdes Winong dilokasi kegiatan kerja bakti, Suma,SM pastikan adanya kegiatan lainnya yang membuat Pemdes Winong danasyarakatnya tidak hadir saat itu.
”padahal kita sudah berkirim surat tidak ada pemdes Winong yang hadir, entah ada kesibukan lain barang kali, yang datang masyarakat dan Pemdes Sende melaksanakannya kerja bakti, yang saya harapkan masyarakat sekitar ikut andil kerja bakti, tapi sampai saat ini masyarakat belum ada yang ikut andil, padahal ini justru manfaatnya untuk lingkungan sekitar, kalau ada tersumbat masyarakat sekitar yang kebanjiran.,”paparnya.
Suma,SM berharap penuh pada Pemerintah Desa Winong agar bias ikut andil kedepannya untuk bersama-sama menjaga saluran tersebut agar tidak terulang kembali kejadian seperti saat ini, selain itu Juga Suma,SM mengimbau selain menjaga masyarakat juga tidak membuang sampah ke saluran tersebut yang kedepannya bias mengakibatkan pendangkalan dan kebanjiran.

“Pemdes Winong dan masyarakat Winong ikut bekerjasama dalam menjaga saluran irigasi ini yang mana saluran irigasi ini sama-sama saling membutuhkan airnya untuk wilayah desa Sende, masyarakat Winong jangan membuang sampah di saluran irigasi yang nantinya tersumbat dan dangkal, dan harapan saya Pemdes Winong dan Masyarakat Winong Lor minta kerjasamanya yang baik,”harapnya.(Sur)















