Pelita News | Cirebon Timur – Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Pertanian dan Kepolisian RI, telah mencanangkan program ketahanan pangan nasional dengan menargetkan penanaman jagung seluas 1 juta hektare pada tahun 2025 untuk mencapai swasembada dan memperkuat ekonomi. Program ini melibatkan pemerintahan Polri, kelompok tani, dan masyarakat dengan fokus pada optimalisasi lahan, penyediaan bibit dan pupuk, serta penyerapan hasil panen untuk Bulog.
Kali ini, sebagai wujud dukungan atas program ketahan pangan tersebut, Pemerintah Desa Kaligawe, Kecamatan Susukanlebak mulai melaksanakan penanaman benih jagung di atas lahan seluas satu hektar yang bersumber dari Dana Desa tahap 2 Tahun Anggaran 2025, Rabu (3/9/2025).
Kuwu Desa Kaligawe, Abdul Sujud memaparkan, program ketahanan pangan dengan melaksanakan penanaman jagung adalah serangkaian kegiatan terpadu yang bertujuan untuk meningkatkan produksi jagung secara nasional, guna memastikan ketersediaan pangan yang cukup, bergizi, dan terjangkau bagi masyarakat, serta mengurangi ketergantungan pada impor dan mendukung swasembada pangan nasional.
“Program ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak seperti pemerintah pusat dan daerah, Polri, dan masyarakat untuk mendorong penanaman jagung secara serentak,“ paparnya.
Ia menyebutkan, tujuan utama program ketahanan pangan desa ini untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan yang sehat, beragam, dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Ini mencakup produksi, distribusi, dan pemanfaatan pangan yang berkelanjutan, serta upaya untuk membangun kemandirian dan kedaulatan pangan di tingkat desa.
“Program ketahanan pangan desa memastikan adanya pasokan pangan yang cukup, baik dari hasil produksi masyarakat desa maupun dari lumbung pangan desa,“ tambah Duloh sapaan akrab Abdul Sujud.
Duloh juga menjelaskan, dengan program ketahanan pangan ini juga untuk memastikan bahwa pangan mudah diakses dan terjangkau oleh seluruh masyarakat desa, termasuk mereka yang kurang mampu, mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, aman, higienis dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Ketahanan pangan yang baik akan berdampak positif pada kesehatan, ekonomi, dan stabilitas sosial masyarakat desa.
“Program ini merupakan amanat dari prioritas sumber Dana Desa Tahun 2025. Dan program ini juga melalui proses perencanaan dengan bermusyawarah serta sesuai dengan aturan yang berlaku,“ katanya.
Saat ini, lanjut dikatakan Duloh, tepat di awal bulan September 2025 ini Pemdes Kaligawe telah menyiapkan lahan seluas 1 Hektar guna penanaman jagung. Dengan luasan tanam tersebut diharapkan dapat menyuplai kebutuhan bahan pangan.
“Semoga tanam jagung 1 hektar ini berhasil dan dapat bermanfaat untuk warga masyarakat,“ harapnya. @Ries















