Pelita News | Waled – Banjir yang melanda delapan desa di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, turut menghentikan operasional Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Ambit. Dapur yang berada di tengah permukiman warga itu terendam banjir hingga hampir satu meter, sehingga seluruh peralatan memasak, bahan pangan, dan fasilitas penunjang rusak akibat lumpur dan genangan air.
Akibatnya, sekitar 2.000 penerima manfaat untuk sementara tidak mendapatkan layanan makanan bergizi.
Saat ini pengelola masih fokus membersihkan lumpur dan mengecek kerusakan fasilitas sebelum operasional kembali dibuka.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ambit, Fauzan, mengatakan kondisi dapur belum memungkinkan digunakan karena lingkungan masih kotor dan becek.
“Untuk beberapa hari ke depan dapur terpaksa diliburkan karena kondisinya masih parah. Sekitar 2.000 penerima manfaat sementara belum bisa kami layani,“ ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Peristiwa ini memunculkan sorotan terhadap penentuan lokasi pembangunan dapur MBG yang dinilai berada di kawasan rawan banjir. Fauzan menilai aspek risiko bencana seharusnya menjadi pertimbangan utama sejak awal pembangunan.
“Wilayah Ambit memang langganan banjir. Seharusnya ada kajian matang sebelum menentukan lokasi,“ imbuhnya.
Kritik serupa disampaikan Kuwu Ambit, Nazmi Eka Husada. Ia mengaku pemerintah desa tidak pernah dilibatkan dalam proses pembangunan fasilitas tersebut.
“Kami tidak pernah diajak berkoordinasi soal pembangunan dapur ini. Padahal pemerintah desa paling tahu kondisi wilayah,“ katanya.
Menanggapi kejadian itu, Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi (FORMASI) Cirebon mendesak evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG di Kabupaten Cirebon, terutama yang berada di kawasan rawan bencana.
Warga berharap pihak pengelola segera melakukan evaluasi dan mempertimbangkan relokasi ke lokasi yang lebih aman, agar pelayanan makanan bergizi dapat kembali berjalan normal tanpa terganggu banjir. @Ries















