
Pelita News | Cirebon Timur,- Dalam upaya menumbuhkan kedisiplinan, SMK Bina Warga Lemahabang, Kabupaten Cirebon telah melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Tahun 2025, bertempat di sekolah setempat pada Jum’at (29/8/2025) sampai Sabtu (30/8/2025) lalu. Kegiatan yang diikuti selama dua hari oleh para siswa Kelas X tersebut bertema Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Dan Pancawaluya.
Kepala SMK Bina Warga Lemahabang, Yayat Sumiati, S.Pd mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan LDKS ini untuk membentuk kepribadian peserta didik yang matang dalam memahami kepemimpinan serta membentuk personal kepemimpinan pribadi siswa yang bertanggung jawab. Selain itu, dengan LDKS juga diharapkan para siswa dapat meningkatkan kemampuan berorganisasi dan mempersiapkan sumber daya manusia.
“LDKS ini merupakan bentuk kegiatan yang bertolak ukur kepada peningkatan sumber daya peserta untuk mendalami dan memahami tentang konsep-konsep atau dasar-dasar sebuah organisasi,“ terangnya.
Untuk itu ia juga berharap kedepannya para siswa-siswi dapat memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, kerjasama yang baik, disiplin, mampu berkomunikasi, berani, berkarakter, dan tentunya berakhlakul karimah, karena merekalah para generasi penerus bangsa dan agama.
“Setiap siswa harus bisa memimpin dirinya terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain, sehingga dapat menjadi contoh atau teladan bagi siswa yang lain agar dapat lebih disiplin dan bertanggung jawab. Pada dasarnya semua siswa memiliki potensi dan bakatnya masing – masing,“ tambah Yayat.
Yayat menambahkan, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Dan Pancawaluya ini merupakan program kebiasaan baik yang diluncurkan oleh Kemendikdasmen untuk membentuk karakter generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Kebiasaan-kebiasaan ini meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
“Tujuan Gerakan ini adalah membentuk individu yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Membangun fondasi kuat untuk generasi masa depan Indonesia yang unggul dan berdaya saing serta menanamkan nilai-nilai luhur dan tradisional positif pada anak-anak sejak dini,“ jelasnya saat didampingi Wakasek Kesiswaan, Ari Fradianto. @Ries















