Pelita News | Cirebon Timur – Satu rumah milik RT Darno Desa Blender, Kecamatan Karangwareng terancam amblas longsoran Sungai Cimanis. Longsor sendiri sudah 4 kali terjadi, awal kejadian longsor sehari setelah Lebaran Idul Fitri lalu. Longsor terakhir terjadi dengan skala besar pada Minggu sore (20/4) kemarin saat tingginya intensitas hujan lebat yang mengguyur wilayah timur Kabupaten Cirebon. Saat ini, pada bagian ruang dapur rumah RT Darno sebagian telah tergerus longsoran tebing yang berada dekat dengan aliran Sungai Cimanis.
Ti’ah (30) putri RT Darno mengungkapkan, sebelum terjadi longsor susulan yang besar pada Minggu sore pasalnya di siang harinya masih dilakukan pemasangan cerucuk bambu untuk meminimalisir pergeseran tanah. Sontak dirinya pun terkejut saat melihat bagian dapur rumahnya ada pergerakan tanah saat berbarengan dengan turunnya hujan lebat, bahkan pohon besar yang berada di belakang rumah pun turut tumbang tergerus aktifitas longsoran. Ia pun meminta segera adanya perhatian serius dari pemerintah untuk agar mencegah terjadinya pergeseran tanah yang semakin meluas.
“Kami memohon bantuan Pemkab Cirebon maupun Provinsi agar segera ditanggulangi. Kami sekeluarga terus dihantui rasa takut dan was was apalagi saat hujan turun. Terimakasih juga buat pemerintah desa yang terus memantau dan mendampingi kami sekeluarga,“ ujarnya, Selasa (22/4).
Ditempat terpisah, Kuwu Desa Blender, Gugum mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa longsor sungai cimanis yang mengancam satu rumah warganya tersebut. Namun demikian ia tidak lelah dan sampai hari ini masih terus berkoordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Cirebon maupun BBWS CC untuk memohon segera adanya realisasi bantuan.
“Kami masih terus berusaha dan berkoordinasi agar mendapat kucuran bantuan baik dari Pemkab, Provinsi maupun BBWS CC. Tentunya kami tidak bisa berdiam diri saja, harus segera dilakukan langkah cepat sebelum terjadinya longsor susulan yang semakin meluas dan menggerus rumah warga,“ tuturnya. @Ries















