Pelita News I Indramayu – Muhammad Sanafi Ketua Terpilih Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indramayu. Pria yang akrab disapa Hendri ini, terpilih melalui Mukab VIII KADIN di Hotel Swissbellin setempat, Senin (6/7/2026).
M. Sanafi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sehingga dirinya terpilih sebagai Ketua KADIN Indramayu.
Ia menegaskan bahwa KADIN Kabupaten Indramayu akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu dalam segala hal khususnya dunia ekonomi dan bisnis.
Peluang ini, Kata Hendi, dapat dilihat dengan semakin banyaknya investor untuk menanamkan modalnya ke Indramayu.
“Ini adalah peluang besar bagi KADIN dalam mewujudkan Kabupaten Indramayu yang maju. Bersinergi dengan Pemerintah merupakan salahl satu cara agar iklim investasi di Indramayu dapat meningkat,” tegas dia di sela-sela Mukab.
Ketua Kadin Jawa Barat Almer Faiq Rusydi berharap KADIN harus mampu membuat terobosan baru dan inovasi dalam membaca peluang usaha di daerah sehingga KADIN tidak melulu bergantung pada proyek-proyek pemerintah yang kondisinya sedang efisiensi anggaran.
“KADIN adalah satu satunya induk dari organisasi pengusaha yang diatur oleh undang undang. Sudah saatnya pengusaha yang tergabung dalam wadah organisasi ini bersama sama membangun pemerintah baik di kota maupun kabupaten untuk menyelesaikan persoalan yang ada,” jelas Almer usai mengukuhkan kepengurusan KADIN Kabupaten Indramayu.
Almer menjelaskan kehadiran pemerintah untuk bersinergi dengan KADIN, merupakan bentuk keberpihakan dan merupakan cita-cita pengusaha menjadi mitra strategis pemerintah.
Menurutnya, Pemerintah dan KADIN harus mampu berinovasi dalam beragam dunia usaha yang nantinya dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Tantangan ke depan, untuk meningkatkan PAD Kabupaten Indramayu, harus bersama-sama berkolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah. Potensi Indramayu ini sudah seharusnya dikolaborasikan oleh KADIN untuk bersama sama membangun Indramayu, Tidak akan berkembang bila mengandalkan proyek APBD,” kata Almer.
Sementara, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengajak seluruh pengusaha mengajak investor untuk berinvestasi di Indramayu.
Untuk mewujudkan itu, kata Lucky, Pemkab Indramayu sudah menyiapkan lahan seluas 20 ribu hektare yang dikhususkan untuk industri. Lahan ini, tidak beririsan dengan lahan pertanian yang tidak bisa dialih fungsikan.
“Pengusaha itu butuh kepastian ketika berinvestasi diperlukan rasa aman dan perijinan yang mudah. Yang punya kepentingan itu adalah Pemerintah dan KADIN,” jelas Lucky Hakim. @safaro














