Pelita News I Indramayu – Penyaluran Dana Desa (DD) tahun anggaran (TA) 2024 dibagi dalam dua tahap. Penyaluran itu berdasarkan Peraturan Menteri Keungan (PMK) Nomor 145/2023 tentang Pengelolaan Dana Desa dan PMK Nomor 146/2023 tentang Pengalokasian DD Setiap Desa, Penyaluran dan Penggunaan DD TA 2024. Berbeda dengan panyaluran tahun sebelumnya terbagi dalam tiga tahap untuk desa regular dan dua tahap untuk desa mandiri.
“Terhitung Juli realisasi DD TA 2024 tahap I telah tersalurkan 100% untuk 309 desa yang ada,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Indramayu, Woni Dwinanto, S.E., M.E melalui Kasubag Keuangan dan Umpeg, Jamiin, S.I.P kemarin.
Dikatakan pagu Dana Desa 2024 sebesar Rp345.652.594.000. Dana tersebut terhitung Juli 2024 telah tersalurkan untuk tahap I sejumlah Rp174.916.232.200 atau sekira 51 persen. Sisanya Rp170.736.361.800 untuk penyaluran tahap II.
“Untuk penyaluran DD tahap II sedang dalam proses pengajuan dari pemerintah desa ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Indramayu,” ucapnya.
Penyaluran DD TA 2024 sambungnya terbagi dalam dua item yakni non earmak dan earmak. Non earmak adalah dana desa yang penggunaannya tidak ditentukan oleh pemerintah pusat. Penggunaannya berdasarkan Anggaran Pendapatan Desa (APBDes) yang sebelumnya telah disepakati oleh masyarakat berdasarkan skala prioritas yang terangkum dalam musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes). Dan earmak adalah dana desa yang penggunaannya sudah ditentukan oleh pemerintah pusat seperti bantuan langsung tunai (BLT), ketahanan pangan dan pencegahan stunting.
“Dari pagu anggaran DD tahap I anggaran untuk non earmak sebesar Rp92.354.171.800 dan earmak sejumlah 82.562.060.400 rupiah, total Rp174.916.232.200,” kata Jamiin didampingi Bendahara Agung Subakti, S.I.P.
Menurutnya, BLT sudah terealisasi untuk enam bulan terhitung Januari – Juni dan enam bulan berikutnya akan direalisasikan pada penyaluran tahap II. BLT sesuai PMK maksimalnya adalah 25 persen per desa dari pagu DD.
Sementara pagu alokasi dana desa (ADD) 2024 adalah Rp162.562.318.000. Dari jumlah itu terhitung Juli sudah terealisasi untuk ADD penghasilan tetap (Siltap) Kuwu, perangkat desa, tunjangan BPD dan insentif RT/RW sebesar Rp71.469.755.000 atau 44 persen, untuk ADD non siltap masih nol persen.
Dikatakan, penyaluran ADD Siltap terhitung bulan Januari hingga Juni sebesar Rp63,1 miliar dan untuk bulan Juli baru terealisasi Rp8,8 miliar.
“ADD Siltap bulan Juli terhitung 15 Agustus 2024 sudah terealisasi Rp8,8 miliar dari rata-rata total penyaluran per bulan sekira Rp10 miliaran. Jumlah tersebut baru terealsiasi untuk 257 desa dari total 309 desa. Sisanya sebanyak 52 desa masih dalam proses,” bebernya.
Agung Subakti menambahkan pemerintah desa bisa menyerap DD dan ADD tidak lepas dari surat yang ditandatangani Bupati Indramayu, Nina Agustina sebagai syarat salur dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Kas Pemerintah Desa serta kecepatan dari Kepala BKAD, Woni Dwinanto yang mengajukan surat permohonan pencairan ke KPPN Cirebon agar desa bisa segera membangun Desa untuk Indramayu yang Bermartabat. @safaro















