Cirebon Timur, PN
Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai salah satu bentuk pengalihan subsidi BBM. Tentunya dengan adanya subsidi tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak kenaikan BBM. Hari ini, Kantor Pos Sindanglaut secara serentak melaksanakan penyaluran BLT BBM di 13 Desa yang tersebar di Kecamatan Susukanlebak bertempat di Kantor Desa masing-masing, Kamis (15/9). Pantauan PN, kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari hingga sore hari ini dapat berjalan tertib dan kondusif.
Seperti yang disampaikan Ketua Forum Kuwu Kecamatan Susukanlebak yang sekaligus Kuwu Desa Wilulang, Iyoy Sonjaya, terkait realisasi penyaluran BLT BBM untuk 13 Desa di wilayah Kecamatan Susukanlebak dilaksanakan secara serentak. Selain itu, pihaknya pun bersama seluruh Pemerintah Desa di Kecamatan Susukanlebak berkomitmen bersama untuk mensukseskan penyaluran bantuan tersebut dengan tidak melakukan hal hal yang menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. “Pada prinsipnya kami dari Forum Kuwu berkomitmen dan saling mengingatkan satu sama lain untuk saling menjaga kondusifitas desa dengan tidak melakukan pemotongan bantuan kepada warga penerima bantuan,“ tegasnya.
Hal senada dikatakan Kuwu Karangmangu, Mujahid, dirinya secara tegas telah melarang para perangkat desanya melakukan pemotongan BLT BBM kepada warga penerima bantuan. Namun pihaknya tidak melarang bagi warga penerima bantuan yang ingin berbagi kepada sesama saudara atau warga lainnya yang tidak terdaftar dalam DTKS atau tidak pernah mendapat bantuan dari program bansos PKH maupun BPNT yang selama ini rutin berjalan di setiap bulan. “Intinya saya pribadi melarang seluruh perangkat desa melakukan pemotongan bantuan, tapi jika warga penerima bantuan ingin berbagi kepada saudara atau tetangganya yang tidak mendapat bansos PKH maupun BPNT silahkan saja mereka yang memberikan tapi tidak dilakukan pemotongan oleh pihak pemerintah desa,“ terangnya. (Ries)















