Pelita News I Indramayu – Mewujudkan satu data desa, menuju satu data Indramayu, dan mendukung satu data Indonesia, Pemkab Indramayu dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencanangkan tiga desa di wilayah Kecamatan Sindang menjadi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. Ketiga desa itu yakni Desa Terusan, Dermayu dan Desa Panyindangan Kulon. Pencanangan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Dermayu, Kamis (6/8/2026).
Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPS, yang secara konsisten mendorong peningkatan literasi statistik hingga ke tingkat desa, serta kepada Pemerintah Desa Dermayu, Desa Terusan dan Desa Panyindangan Kulon yang telah menunjukkan kesiapan dan komitmen untuk menjadi bagian dari program nasional yang sangat strategis ini.
“Kita menegaskan bahwa data bukan lagi milik kota-kota besar semata, melainkan telah menjadi kebutuhan dasar hingga ke tingkat desa. sebagai ujung tombak pembangunan, desa harus mampu menyajikan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Wabup dalam kata sambutannya.
Penetapan desa tersebut, kata dia, merupakan kelanjutan dari komitmen yang telah terbangun melalui penunjukan Desa Balongan dan Desa Cipancuh pada tahun 2022, Desa Tegalurung pada tahun 2023, Desa Kenanga pada tahun 2024, dan Desa Krasak pada tahun 2025.
“Saya berharap program Desa Cantik bukan sekadar kegiatan bersifat seremonial, melainkan sebuah gerakan perubahan yang bertujuan membangun budaya cinta data di lingkungan desa. data tidak lagi dipandang sebagai deretan angka semata, melainkan sebagai fondasi utama dalam proses perencanaan, pengambilan kebijakan, dan pengawasan pembangunan,” ucap mantak Ketua DPRD Indramayu ini.
Syaefudin menambahkan program Desa Cantik sangat selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Indramayu, yaitu Indramayu Reang (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong). Visi ini bisa diwujudkan dengan memulai pembangunan dari level pemerintahan terkecil, oleh desa yang mandiri dan dengan berbasis data. Lebih dari itu, Desa Cantik mendukung secara langsung implementasi 14 program percepatan Pembangunan Kabupaten Indramayu.
“Saya berharap ke depan, setiap desa di Kabupaten Indramayu memiliki profil statistik desa, publikasi data tahunan, dan website desa yang aktif dan informatif. Semoga langkah ini menjadi pondasi kokoh dalam mewujudkan satu data desa, menuju satu data Indramayu, dan mendukung satu data Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Januarto Wibowo, mengatakan Desa Cantik merupakan program nasional, untuk Kabupaten Indramayu tahun 2026 ada tiga desa yang dicanangkan yakni Desa Terusan, Dermayu dan Desa Panyindangan Kulon Kecamatan Sindang.
Kemudian untuk mengetahui sejauh mana perkembangan tersebut, secara nasional akan ada monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan BPS pusat.
Dalam pencanangan itu, kata dia, pihaknya berkolaborasi dengan Pemkab Indramayu. Dengan dicanangkannya Desa Cantik, sambungnya, kedepan, harapannya tidak perlu lagi sensus-sensus ke Masyarakat, cukup input data dari desa karena data sudah lengkap dan teritegrasi dengan data pusat.
“Untuk meningkatkan literasi, pengelolaan, dan pemanfaatan data statistik di tingkat desa atau kelurahan agar perencanaan pembangunan nasional lebih tepat sasaran, kami mencanangkan tiga desa di wilayah Kecamatan Sindang sebagai Desa Cantik,” kata Januarto.
Camat Sindang, Achmad Fauzie Romdhon mengaku bersyukur tiga desa di wilayah kerjanya dicanangkan sebagai Desa Cantik atau data desa yang terintegrasi. Dengan dicanangkannya tiga desa tersebut, Kecamatan Sindang sudah ada empat Desa Cantik, sebelumnya, Desa Kenanga.
“Saya berharap, kedepan, 10 desa yang ada di Kecamatan Sindang dicanangkan semua sehingga data-data penduduk by nama by address terdata dengan jelas, baik itu ketahanan pangan, stanting, kemiskinan dan data kepedudukan lainnya terdata dengan jelas,” harapnya. @safaro
















