Pelita News | Cirebon Timur – Irigasi merupakan komponen vital dalam sistem pertanian modern. Dengan adanya sistem irigasi yang baik, petani dapat mengatur pasokan air sesuai kebutuhan tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi optimal serta berdampak langsung pada peningkatan hasil panen dan kualitas produk pertanian.
Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan yang diiringi meningkatnya kegiatan pembangunan infrastruktur irigasi di desa – desa yang menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Ironisnya, ditengah semangat program pemerintah pusat, realisasi kegiatan pembangunan irigasi usaha tani di Blok Cirimalang – Cisara Desa Putat, Kecamatan Sedong terkesan dikerjakan asal-asalan. Kegiatan yang bersumber dari Dana Bantuan Khusus Kabupaten (BKK) Cirebon Tahun 2025 ini dikucurkan anggaran sebesar Rp 75.000.000,- dengan volume pekerjaan Panjang 88 m, Lebar 63 cm dan Tebal 30 cm.
Pada pelaksanaannya di duga kurang memperhatikan standar mutu dan kontrol kualitas pekerjaan yang sesuai spesifikasi, seperti dalam proses pencampuran adukan semen dan pasir hanya menggunakan cara manual atau tidak menggunakan mesin molen untuk takaran komposisi ideal.
Pekerjaan yang di danai dari keuangan negara ini wajib transparan dan akuntabel serta menghasilkan pekerjaan yang sesuai spesifikasi, sehingga hasil kualitasnya maksimal dan dapat dimanfaatkan petani secara optimal. Seperti pada penggunaan material batu, pasir dan semen yang berkualitas, tentunya akan dapat menghasilkan pekerjaan yang awet tahan lama.
Saat dikonfirmasi Pelita News, hingga berita ini ditayangkan, Kasi Ekbang Desa Putat, Sarna masih belum memberikan keterangan perihal pelaksanaan kegiatan jaringan irigasi usaha tani yang saat ini masih berlangsung. @Ries















