Pelita News | Cirebon Timur — SMK Dwi Bhakti Ciledug Kabupaten Cirebon kembali membuktikan kualitas pendidikan vokasi dengan meluluskan 100% siswanya tahun pelajaran 2025/2026. Sebanyak 251 siswa dari Teknik Pemesinan dan Teknik Kendaraan Ringan resmi menyandang status alumni, Senin (4/5/2026).
Di balik angka kelulusan sempurna ini, ada komitmen kuat sekolah dalam membimbing kompetensi keahlian siswa hingga siap kerja. Adapun rincian 251 siswa yang dinyatakan Lulus sebagai berikut: Teknik Pemesinan sebanyak 132 siswa, terdiri dari 107 laki-laki dan 25 perempuan. Sedangkan Teknik Kendaraan Ringan sebanyak 119 siswa, terdiri dari 99 laki-laki dan 20 perempuan.
“Alhamdulillah total kelulusan mencapai 100% dengan komposisi 206 siswa laki-laki dan 45 siswa perempuan. Ini hasil kerja keras anak-anak, guru, dan dukungan orang tua. Kami harap lulusan Teknik Pemesinan dan Teknik Kendaraan Ringan siap mengisi kebutuhan industri otomotif dan manufaktur,“ ujar Kepala SMK Dwi Bhakti Ciledug, Fajar Susanto, S.Pd.
Ia menegaskan bahwa angka 100% bukan sekadar formalitas. “Kelulusan adalah gerbang awal. Tugas kami memastikan 251 anak ini benar-benar kompeten di bidangnya. Komitmen kami lulus bukan hanya bawa ijazah, tapi bawa skill yang diakui industri,” tegasnya.
Siap Kerja dan Wirausaha
SMK Dwi Bhakti Ciledug selama ini fokus pada penguatan vokasi. Jurusan Teknik Pemesinan membekali siswa kompetensi bubut, frais, CNC, gambar teknik dan lainnya. Sementara Teknik Kendaraan Ringan mencetak teknisi mobil yang siap kerja di bengkel resmi ATPM maupun membuka bengkel mandiri.
Fajar Susanto berpesan kepada 251 lulusan agar menjaga nama baik almamater. “Jaga akhlak, terus belajar, dan buktikan lulusan SMK Dwi Bhakti Ciledug kompeten dan berkarakter. Dunia kerja butuh kejujuran dan skill kalian,” tegasnya.
Dengan kelulusan 100% ini, SMK Dwi Bhakti Ciledug konsisten mencetak tenaga terampil bidang pemesinan dan otomotif untuk memenuhi kebutuhan industri di Cirebon dan sekitarnya. Berdasarkan data sekolah, sebanyak 66,6% siswa terserap di dunia industri,
27, 9% berwirausaha dan 6% melanjutkan pendidikan.
“Visi kami menjadikan SMK Dwi Bhakti Ciledug sebagai pencetak teknisi pemesinan dan otomotif yang berkarakter, kompeten, dan dibutuhkan industri nasional,” tutup Fajar Susanto.
Komitmen Link and Match
Sebagai SMK swasta di timur Kabupaten Cirebon, sekolah terus memperkuat link and match dengan industri. Praktik kerja lapangan dilakukan 6 bulan di perusahaan otomotif dan manufaktur baik diwilayah Cirebon maupun luar Cirebon. @Ries















