Pelita News I Indramayu – Ratusan nelayan yang tergabung dalam Gerakan Nelayan Pantura (GNP) menggelar mimbar bebas di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Indramayu, Senin (4/5/2026). Mereka menyuarakan keluhan atas melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) industri. Pasalnya, kenaikan harga tersebut dinilai tidak sebanding dengan harga jual ikan dan berdampak serius terhadap aktivitas melaut.
Mereka mengaku kesulitan mendapatkan BBM dengan harga terjangkau. Di sisi lain, harga ikan di pasaran disebut tidak mengalami kenaikan signifikan, sehingga pendapatannya tidak mampu menutup biaya operasional yang terus membengkak. Akibat kondisi itu, ratusan kapal nelayan dilaporkan tidak beroperasi dan terparkir di pelabuhan selama hampir dua bulan terakhir. Kondisi ini diperkirakan berdampak pada menurunnya produksi perikanan, khususnya di wilayah Indramayu.
Dengan kondisi tersebut, para nelayan mendesak pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga ikan maupun memberikan solusi terkait distribusi BBM. Bahkan, mereka menyoroti penyaluran BBM subsidi yang dinilai belum optimal, terutama bagi nelayan dengan kapal di bawah 50 gross ton (GT). Sebagai solusi, nelayan mengusulkan penerapan skema subsidi silang.
Mereka berharap harga BBM yang diterima bisa berada di antara harga subsidi dan harga industri, yakni di kisaran Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per liter. Dalam perhitungannya, satu kapal berukuran besar bisa membutuhkan hingga 100 ribu liter BBM untuk sekali melaut. Dengan harga BBM yang saat ini mencapai Rp30 ribu per liter, biaya operasional dapat membengkak hingga miliaran rupiah. Sementara itu, hasil tangkapan ikan dinilai tidak mampu menutup tingginya biaya tersebut. Kondisi ini membuat banyak nelayan memilih tidak melaut karena dianggap tidak lagi menguntungkan.
Ketua Umum GNP, Kajidin, mengatakan, apabila situasi tersebut terus berlanjut, dikhawatirkan akan terjadi penurunan produksi ikan yang berdampak pada pasokan perikanan nasional.
“Jika kondisi ini terus berlanjut, nelayan mengkhawatirkan akan terjadi penurunan produksi ikan dan dampak lanjutan terhadap pasokan perikanan nasional,” ujarnya.
Untuk itu, dia meminta kepada pemerintah untuk segera turun tangan menstabilkan harga ikan maupun memberikan solusi terkait distribusi BBM. @safaro














