Pelita News I Indramayu – Bupati Indramayu, Lucky Hakim bersama kepala perangkat daerah terkait dan jajaran direksi Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA) meninjau langsung kondisi Intake 200 Lohbener.
Peninjauan dilakukan menyusul terganggunya pasokan air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah Indramayu, khususnya kawasan perkotaan.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah darurat dengan melakukan pengerukan sedimen di Intake 200 Lohbener menggunakan alat berat serta memperbaiki Bendungan Karet Rambatan untuk menahan laju aliran air menuju laut.
Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan, menjelaskan, posisi pengambilan air baku di Indramayu berada di bagian hilir Sungai Cimanuk.
Kondisi tersebut membuat ketersediaan air di Indramayu sangat bergantung pada debit air yang mengalir dari wilayah hulu.
“Posisi Indramayu berada di bagian hilir atau paling ujung. Jadi, air yang sampai ke Indramayu merupakan aliran yang sudah melewati daerah-daerah di bagian hulu. Ketika debit air menurun, wilayah hilir tentu menjadi yang paling terdampak,” jelas Nurpan dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Ia mengungkapkan, terganggunya pasokan air baku disebabkan mengeringnya dua sarana pengambilan air utama, yakni Intake Plumbon dan Intake Bojong.
“Kami sampaikan bahwa ada pengeringan air di dua intake. Yang pertama adalah Intake Plumbon, yang kedua Intake Bojong,” ungkapnya.
Sebagai langkah darurat, Perumdam Tirta Darma Ayu kemudian mengalihkan pengambilan air baku ke Intake 200 di Desa Lohbener Kecamatan Lohbener.
“Kami memohon maaf atas kelangkaan air ini. Saat ini kami mengambil opsi lain dengan mengambil air baku dari Intake 200 di Desa Lohbener,” jelas Nurpan.
Sementara itu, Direktur Teknik Perumdam Tirta Darma Ayu, Jojo Sutarjo, mengungkapkan kondisi di Intake Bojong saat ini cukup kritis. Pipa pengambilan air bahkan sudah berada sekitar 1,2 meter di atas permukaan air.
“Kondisinya memang kering, pipa kita sudah 1,2 meter di atas permukaan air sehingga menunggu pengisian,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Lucky Hakim menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas terganggunya pasokan air bersih dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, kondisi ini terjadi akibat sumber air yang mengalami kekeringan ekstrem dan turut berdampak pada sektor pertanian.
“Saya sebagai Bupati memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indramayu atas masalah ini, khususnya tentang air yang mati beberapa hari karena memang sumber airnya kering,” ujarnya.
Bupati Lucky Hakim telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera mengerahkan alat berat guna melakukan pengerukan sedimen di Intake 200 Lohbener agar aliran air baku menuju tempat pengolahan dapat kembali maksimal.
“Sekarang akan dilakukan pengerukan di Intake 200 Lohbener. Insyaallah dalam waktu satu-dua hari ini akan mulai lancar kembali,” tegasnya.
Ia berharap perbaikan bendung karet dan pengerukan pada area intake mampu menjaga ketersediaan air baku selama masa kemarau yang diprediksi masih berlangsung dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
“Mudah-mudahan dengan adanya perbaikan bendungan karet dan pendalaman pada area intake, dua bulan ke depan kita masih bisa bertahan,” harapnya.
Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Perumdam Tirta Darma Ayu terus melakukan langkah teknis dan koordinasi untuk menjaga ketersediaan air baku serta memulihkan distribusi air bersih kepada masyarakat secepat mungkin. @furqon
















