“Ratusan pelajar memadati Balai Kota Cirebon dalam suasana santai namun penuh pesan kebangsaan. Melalui program Ngobrol Inspirasi (Ngopi), Pemerintah Kota Cirebon bersama Kemendagri mengajak generasi muda melawan degradasi moral, hoaks, hingga perundungan yang kian marak di era digital.”
Cirebon Kota | Pelita News – Pemerintah Kota Cirebon memberikan dukungan penuh terhadap program pembinaan karakter generasi muda yang digelar Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri di Balai Kota Cirebon, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan bertajuk Ngobrol Inspirasi (Ngopi) ini diikuti sekitar 120 pelajar SMP sederajat. Program tersebut menjadi ruang diskusi santai sekaligus edukatif untuk memperkuat karakter, jati diri bangsa, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang memilih Kota Cirebon sebagai lokasi pelaksanaan pembinaan karakter bagi pelajar.
Menurutnya, Kota Cirebon tumbuh dari keberagaman budaya yang harus terus dijaga oleh generasi muda.
Namun di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi, generasi Gen Z dan Gen Alpha menghadapi tantangan yang tidak ringan.
“Tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari hoaks, ujaran kebencian hingga perundungan yang bisa menggerus nilai toleransi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para pelajar merupakan generasi yang akan memegang tongkat estafet menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Karena itu, kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan karakter kuat dan integritas.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri Edison Siagian menyampaikan materi dengan gaya santai agar mudah dipahami para siswa.
Ia menjelaskan bahwa ideologi bukan sekadar konsep abstrak, tetapi menjadi dasar masyarakat untuk hidup bersama dan menjaga persatuan bangsa.
Menurutnya, wawasan kebangsaan juga harus diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai masih ada sampah di jalan atau got. Ideologi itu membuat kita merasa perlu hidup bersih dan nyaman,” ujarnya.
Ia juga mengajak para siswa untuk mulai mengurangi penggunaan plastik dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Sementara itu, penanggung jawab Tim Karakter dan Wawasan Kebangsaan Bangun Sitohang menegaskan bahwa karakter tidak muncul secara otomatis, tetapi harus dibangun melalui proses pendidikan.
Menurutnya, tidak ada seseorang yang lahir langsung memiliki jiwa nasionalisme tanpa proses belajar dan pembinaan.
“Hakikat pendidikan bukan sekadar siapa yang mewarisi, tetapi nilai apa yang diwariskan,” katanya.
Ia berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi teori di ruang kelas, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk implementasi nilai kebangsaan, kegiatan ini juga diisi dengan aksi penanaman bibit tanaman di area Balai Kota Cirebon.
Program tersebut sejalan dengan gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang didorong oleh Presiden Prabowo Subianto.
Penanaman pohon ini menjadi simbol bahwa pembangunan karakter manusia harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Pemerintah Kota Cirebon berharap para pelajar dapat menularkan gerakan tersebut di sekolah masing-masing, sekaligus menjadi agen perubahan yang kritis, beretika, dan mencintai tanah air.@Bams















