Pelita News Kabupaten Cirebon
Saat ini seiring masuknya musim panen harga gabah turun hingga berada dibawah angka Rp. 5.000 per kg, kondisi ini membuat petani merugi.
Hal tersebut dirasakan salah satu petani asal Arjawinangun, Riyo Anas ” harga gabah dibawah Rp. 5.000,- ” ungkapnya pada Journalist Harian Pelita News, Rabu ( 24/4/24 ).
Kini petani bangkrut sebab selain harga gabah di musim panen ini tiba-tiba anjlok parah, kini gabah cuma dihargai dibawah Rp 5.000 per kg yang sebelumnya sampai Rp. 7.500 per kg ” tidak sebanding dengan biaya Operasional bahkan pupuk kita sulit dan susah dapat, adapun harganya juga mahal sementara biaya produksi meningkat ” tegasnya.
Saya belum tahu, apa yang akan diperbuat menyikapi rendahnya harga gabah ” saya berharap pemerintah termasuk pemerintah Kabupaten Cirebon dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon segera merespons permasalahan harga gabah yang anjlok ini ” kata Riyo Anas.
Inikan wewenang pemerintah untuk menyelamatkan petani, harganya biar tidak jatuh bagaimana ” kami sangat menanti sikap pemerintah dan seharusnya pemerintah bisa menjaga harga gabah ditingkat petani agar tak anjlok saat panen ” tandasnya.
Disaat panen seperti ini, kami berharap agar harga gabah tidak anjlok sehingga petani tidak rugi, harga gabah sebaiknya tetap stabil sehingga tidak merugikan petani yang sudah mengeluarkan ongkos produksi dan operasional ” saya minta pemerintah tetap memprioritaskan petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan ” pungkas Riyo Anas. ( Nurzaman )















